Showing posts with label Al-Quran. Show all posts
Showing posts with label Al-Quran. Show all posts

Pak Guru, Saya Ingin Mempersembahkan “Jubah Kemuliaan” Kepada Ibu dan Ayah Saya di Hadapan Allah di Akherat Kelak

5:35:00 PM



Diceritakan oleh seorang Khatib ketika Khutbah Jum'at. Seorang anak berumur 10 th namanya Umar. Dia anak pengusaha sukses yg kaya raya. Oleh ayahnya si Umar di sekolahkan di SD Internasional paling bergengsi di Jakarta. Tentu bisa ditebak, bayarannya sangat mahal. Tapi bagi si pengusaha, tentu bukan masalah, karena uangnya berlimpah. 

Si ayah berfikir kalau anaknya harus mendapat bekal pendidikan terbaik di semua jenjang, agar anaknya kelak menjadi orang yg sukses mengikuti jejaknya.

Suatu hari isterinya kasih tau kalau Sabtu depan si ayah diundang menghadiri acara “Father’s Day” di sekolah Umar. 

“Waduuuh saya sibuk mah, kamu aja deh yg datang.” begitu ucap si ayah kepada isterinya.

Bagi dia acara beginian sangat nggak penting, dibanding urusan bisnis besarnya. Tapi kali ini isterinya marah dan mengancam, sebab sudah kesekian kalinya si ayah nggak pernah mau datang ke acara anaknya. Dia malu karena anaknya selalu didampingi ibunya, sedang anak2 yg lain selalu didampingi ayahnya. 

Nah karena diancam isterinya, akhirnya si ayah mau hadir meski agak ogah2an. Father’s day adalah acara yg dikemas khusus dimana anak2 saling unjuk kemampuan di depan ayah2nya. 

Karena ayah si Umar ogah2an maka dia memilih duduk di paling belakang, sementara para ayah yg lain (terutama yg muda2) berebut duduk di depan agar bisa menyemangati anak2nya yang akan tampil di panggung.

Satu persatu anak2 menampilkan bakat dan kebolehannya masing2. Ada yg menyanyi, menari, membaca puisi, pantomim. Ada pula yang pamerkan lukisannya, dll. Semua mendapat applause yang gegap gempita dari ayah2 mereka.

Tibalah giliran si Umar dipanggil gurunya untuk menampilkan kebolehannya...

“Miss, bolehkah saya panggil pak Arief.” tanya si Umar kpd gurunya. Pak Arief adalah guru mengaji untuk kegiatan ekstra kurikuler di sekolah itu.

”Oh boleh..” begitu jawab gurunya. 

Dan pak Arief pun dipanggil ke panggung.“Pak Arief, bolehkah bapak membuka Kitab Suci Al Qur’an Surat 78 (An-Naba’)” begitu Umar minta kepada guru ngajinya.

”Tentu saja boleh nak..” jawab pak Arief.

“Tolong bapak perhatikan apakah bacaan saya ada yang salah.” 

Lalu si Umar mulai melantunkan QS An-Naba’ tanpa membaca mushafnya (hapalan) dengan lantunan irama yg persis seperti bacaan “Syaikh Sudais” (Imam Besar Masjidil Haram).

Semua hadirin diam terpaku mendengarkan bacaan si Umar yg mendayu-dayu, termasuk ayah si Umar yang duduk dibelakang.

”Stop, kamu telah selesai membaca ayat 1 s/d 5 dengan sempurna. Sekarang coba kamu baca ayat 9..” begitu kata pak Arief yg tiba2 memotong bacaan Umar.

Lalu Umar pun membaca ayat 9.

”Stop, coba sekarang baca ayat 21..lalu ayat 33..” setelah usai Umar membacanya…lalu kata pak Arief, "Sekarang kamu baca ayat 40 (ayat terakhir)”.

Si Umar pun membaca ayat ke 40 tsb sampai selesai."

“Subhanallah…kamu hafal Surat An-Naba’ dengan sempurna nak,” begitu teriak pak Arief sambil mengucurkan air matanya.

Para hadirin yang muslim pun tak kuasa menahan airmatanya. Lalu pak Arief bertanya kepada Umar, ”Kenapa kamu memilih menghafal Al-Qur’an dan membacakannya di acara ini nak, sementara teman2mu unjuk kebolehan yg lain?” begitu tanya pak Arief penasaran.

Begini pak guru, waktu saya malas mengaji dalam mengikuti pelajaran bapak, Bapak menegur saya sambil menyampaikan sabda Rasulullah SAW, ”Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah ini?” Dijawab, "Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an.” (H.R. Al-Hakim).


Semua orang terkesiap dan tidak bisa membendung air matanya mendengar ucapan anak berumur 10 tahun tsb… 

Ditengah suasana hening tsb..tiba2 terdengar teriakan “Allahu Akbar!” dari seseorang yang lari dari belakang menuju ke panggung.

Ternyata dia ayah si Umar, yang dengan ter-gopoh2 langsung menubruk sang anak, bersimpuh sambil memeluk kaki anaknya. 

”Ampuun nak.. maafkan ayah yang selama ini tidak pernah memperhatikanmu, tidak pernah mendidikmu dengan ilmu agama, apalagi mengajarimu membaca Al Quran.” ucap sang ayah sambil menangis di kaki anaknya.

”Ayah menginginkan agar kamu sukses di dunia nak, ternyata kamu malah memikirkan “kemuliaan ayah” di akherat kelak. Ayah maluuu nak" ujar sang ayah sambil nangis ter-sedu2.

Semua jama’ah pun terpana, dan juga mulai meneteskan airmatanya, termasuk saya.

Diantara jama’ah pun bahkan ada yang tidak bisa menyembunyikan suara isak tangisnya, luar biasa haru. Entah apa yang ada dibenak jama’ah yang menangis itu. Mungkin ada yang merasa berdosa karena menelantarkan anaknya, mungkin merasa bersalah karena lalai mengajarkan agama kepada anaknya, mungkin menyesal krn tdk mengajari anaknya membaca Al Quran, atau merasa berdosa karena malas membaca Al-Qur’an yg hanya tergeletak di rak bukunya.

Wallahu ‘alam bish shawab.

Manfaat Menikah Menurut Islam dan Al-Quran

Si Maniz 9:49:00 PM
Manfaat menikah menurut Islam dan Al-Quran. sebagaimana diketahui, anak menjadi idaman dan harapan Ayah dan Ibu. Anak yang kelak menjadi penerus dan pelanjut generasi Bapak dan Emak. Dari keluarga kemudian terbentuk masyarakat, bangsa dan peradaban umat manusia. Peradaban umat manusia akan terus langgeng dan eksistensi manusia dapat terjaga. Aspek regenerasi inilah sangat ditekankah oleh Allah Ta’ala dan penerus anak cucu Adam.

Keuntungan besar menikah dalam agama disebutkan dalam Al-qur’an bahwa manusia diciptakan secara berpasang-pasangan. Perjumpaan antara laki-laki dan perempuan merupakan sunnatullah. Kualitas generasi ditentukan oleh keluarga. Perhatian pada pendidikan moral, intelektual (kognitif), emosional (afektif), dan psikomotorik (kreatifitas) menjadi penting. Bobot peradaban manusia akan lebih utuh.

Sunnah Rasulullah SAW, rumah tangga dan peradaban umat manusia sangat berhubungan erat. Dengan menikah, sebuah keluarga terbentuk, dan dari keluarga itu lahirlah generasi. Anak adalah generasi manusia yang melanjutkan peradaban manusia. Peradaban manusia yang menjanjikan sangat tergantung sejauhmana kualitas generasi pelanjutnya. Generasi yang buruk berarti melahirkan peradaban buruk.

Calon suami istri yang menikah karena Allah Ta’ala akan senantiasa menghasilkan kehidupan rumah tangga yang bahagia. Namun bila tujuan yang diniatkan pada awalnya buruk, maka mungkin saja akan muncul hal-hal yang tidak diinginkan dalam pernikahan. Oleh karena itu, banyak orang tua yang selalu menanyakan tujuan pernikahan kepada anak mereka karena ingin memastikan bahwa apa yang dicita-citakan oleh anak mereka dalam suatu hubungan pernikahan adalah hal yang baik.

Manfaat Menikah Menurut Islam dan Al-Quran
 Membentuk keluarga yang sakinah mawaddah warohmah merupakan tujuan mulia bagi sepasang suami isteri. Pondasi akidah yang kuat serta tsaqofah Islam yang luas akan memudahkan jalan untuk menggapai kemuliaan dalam berumah tangga. Menggali dan terus belajar tentang ilmu islam dapat memperkokoh bangunan keluarga, sebab setiap keluarga akan menemui masalah kehidupan dan solusinya dengan mengembalikannya kepada Alqur’an dan As Sunah.

Anak merupakan investasi yang sangat berharga bagi keluarga dan masyarakat. Anak-anak yang saat ini masih kecil nantinya akan menjadi generasi penerus bangsa. Di pundak merekalah masa depan kesejahteraan ummat akan dibebankan. Memberikan mereka bekal tauhid dan akhlak semasa kecil akan menjadikan mereka sosok yang dapat diandalkan saat menginjak dewasa. Dibawah ini adalah beberapa hikmah menikah dalam agama Islam:

1. Rejeki Makin Melimpah
Dari Abu Hurairah ra., Nabi saw. bersabda: “Allah enggan untuk tidak memberi rezeki kepada hamba-Nya yang beriman, melainkan pasti diberinya dengan cara yang tak terhingga.” (HR. Al-Faryabi dan Baihaqi)

Dari Jabir ra., ia berkata: “Nabi saw. bersabda: ‘Ada tiga hal bila orang melakukannya dengan penuh keyakinan kepada Allah dan mengharapkan pahala-Nya, Allah ta’ala mewajibkan diri-Nya untuk membantunya dan memberinya berkah. Orang yang berusaha memerdekakan budak karena imannya kepada Allah dan mengharapkan pahala-Nya, maka Allah ta’ala mewajibkan diri-Nya membantunya dan memberinya berkah. Orang yang menikah karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala-Nya, maka Allah ta’ala mewajibkan diri-Nya membantunya dan memberinya berkah …..’” (HR. Thabarani).

Dari Jabir ra., ia berkata: “Nabi saw. bersabda: ‘Tiga golongan yang berhak mendapatkan pertolongan dari Allah ta’ala, yaitu : seorang budak yang berjanji menebus dirinya dari majikannya dengan penuh iman kepada Allah ta’ala, maka Allah ta’ala mewajibkan diri-Nya untuk membelanya dan membantunya; seorang lelaki yang menikah guna menjauhkan diri dari hal-hal yang diharamkan Allah (zina), maka Allah mewajibkan diri-Nya untuk membantunya dan memberinya rezeki …..’.” (HR. Dailami)

“Carilah oleh kalian rezeki dalam pernikahan (dalam kehidupan berkeluarga).” (HR Imam Ad-Dailami dalam Musnad Al-Firdaus).

2. Memperoleh Pertolongan Allah Swt
Bila cowok dan cewek menikah maka akan mendapatkan pertolongan dari Allah di hari kiamat kelak: “Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah:
a. Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah.
b. Budak yang menebus dirinya dari tuannya.
c. Perempuan dan laki-laki yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram” (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim)

3. Mendapat Pahala Berlipat Ganda

Hikmah pernikahan dalam Islam selanjutnya adalah memperoleh pahala berlipat ganda. Pahala orang yang menikah itu lebih banyak dibanding yang belum menikah dalam perkara beramal. Semangat beibadah dalam keluarga akan otomatis berdampak positif kepada perkembangan anak. Sang anak akan mendapatkan tauladan dari orang tuanya tentang pentingnya belajar Islam.

Mendirikan shalat wajib 5 waktu bersama seluruh anggota keluarga dapat dijadikan salah satu sarana untuk memperoleh pahala berlipat ganda dengan semangat keislaman. “Dua rakaat yang dilakukan orang yang sudah berkeluarga lebih baik dari tujuh puluh rakaat shalat sunah yang dilakukan orang yang belum berkeluarga.” (HR. Ibnu Adiy dari Abu Hurairah)

4. Dosa Diampuni Ketika Bermesraan Dengan Pasangan
“Sesungguhnya ketika seorang suami memperhatikan istrinya dan istrinya memperhatikan suaminya,” kata Nabi Saw menjelaskan, “maka Allah memperhatikan mereka berdua dengan perhatian penuh Rahmat. Manakala suaminya merengkuh telapak tangannya (diremas-remas), maka berguguranlah dosa-dosa suami istri itu dari sela-sela jari jemarinya.” (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dari Ar-Rafi dari Abu Sa’id Al-Khudzri r.a)

5. Menggenapkan Setengah Agama Islam
“Apabila seorang hamba telah berkeluarga, berarti dia telah menyempurnakan setengah dari agamanya maka takutlah kepada Allah terhadap setengahnya yang lainnya.” (HR At-Thabrani)

Imam Al Ghazali mengatakan bahwa hadits diatas memberikan isyarat akan keutamaan menikah dikarenakan dapat melindunginya dari penyimpangan demi membentengi diri dari kerusakan. Dan seakan-akan bahwa yang membuat rusak agama seseorang pada umumnya adalah kemaluan dan perutnya maka salah satunya dicukupkan dengan cara menikah.”

Segudang Manfaat Istighfar bagi Umat Muslim

Si Maniz 6:20:00 AM
Segudang Manfaat Istighfar bagi Umat Muslim. Beristighfar hakikatnya memohon ampun. Bukan istighfar yang spontan keluar tanpa kesadaran. Sebaliknya, beristighfarlah dengan kesadaran dan penyesalan. Memohon ampun dan bertaubat, niscaya Allah akan memberikan ampunan. Dosa manusia ibarat buih di lautan, sangat banyak dan tidak terhitung, akan tetapi ampunan Allah lebih luas dari itu. Bersegeralah bersujud memohon ampunan pada sanga Maha Pengampun. Karena jika tiba hari di mana taubat tidak lagi diterima, sungguh kita termasuk orang yang merugi.

Manusia dan dosa, sesuatu yang tidak dapat dipisahkan. Di mana ada manusia, di sana pasti terdapat noda. Tak ada manusia yang benar-benar bersih dari dosa, kecuali Rasulullah SAW, yang memang sudah dijamin Allah ma’shum (terbebas dari dosa). Al Ghofar, salah satu nama Allah diantara 99 asma’ul husna, yang berarti Maha Pengampun. Allah akan memberikan ampunan kepada hamba-Nya yang bertaubat dan memohon ampun. Allah berfirman, “Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiyaya dirinya, kemudian mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S An Nisa: 110)

Segudang Manfaat Istighfar bagi Umat Muslim

Allah sangat menyukai orang-orang yang bertaubat dan memohon ampunan-Nya. Sampai-sampai Rasulullah SAW bersabda, “Demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya, jika saja kalian tidak pernah berbuat dosa, pasti Allah sudah melenyapkan kalian, kemudian mendatangkam suatu kaum yang berbuat dosa. Kemudian memohon ampun kepada Allah, lalu Allah pun akan mengampuni mereka.” (HR. Muslim)

Hadits di atas bukan berarti lantas kita bebas berbuat dosa. Itu menunjukkan betapa Allah sangat menyukai orang-orang yang memohon ampunan-Nya. Saat melakukan kesalahan, besar atau kecil, memohonlah ampun kepada Allah, niscaya Allah akan memberikan ampunan.

Iblis sejatinya telah bersumpah untuk menyesatkan anak cucu Adam hingga mereka terjebak ke dalam dosa dan kemaksiatan. Namun, Allah -sekali lagi- adalah Maha Pengampun. Dia tidak akan pernah berhenti memberi ampunan.

Rasulullah SAW bersabda, “Iblis pernah berkata, ’Demi kemulian-Mu, aku tidak akan pernah berhenti menyesatkan hamba-hamba-Mu selama ruh masih menempel di badan mereka.’ Kemudian Allah berfirman, ’Demi kemuliaan-Ku dan keagungan-Ku, Aku tidak akan berhenti memberikan ampunan kepada mereka selama mereka meminta ampunan-Ku.’” (HR Ahmad dan al Hakim dalam kitab shahihnya dan disetujui oleh adz Dzahabi)

Rasulullah SAW bersabda, “Allah berfiman, ’Wahai anak Adam, sesungguhnya engkau selama berdoa dan berharap kepada-Ku, maka Aku pasti akan memberikan ampunan kepadamu atas segala dosa-dosamu dan Aku tidak memperdulikan kecil dan besarnya dosa. Wahai anak Adam, andaikata dosa-dosamu sampai ke langit, kemudian engkau memohon ampunan kepada-Ku, maka pasti aku akan memberikan ampunan kepadamu. Wahai anak Adam, jika engkau datang kepada-Ku dengan membawa kesalahan sepenuh bumi, kemudian engkau bertemu dengan-Ku, tapi engkau tidak menyekutukan-Ku sedikitpun, maka pasti Aku akan datang kepadamu dengan membawa ampunan sepenuh bumi.” (HR Tirmidzi)

Dari Abdullah bin Basyar, dari Ibnu Majah dengan sanad yang shahih, ia berkata, aku mendengar Rasulullah saw bersabda, “Berbahagialah bagi orang yang di dalam catatan amal mereka menemukan istighfar yang banyak.”

Disadari atau tidak, dalam sehari kita bisa saja berbuat lebih dari satu dosa, baik yang disengaja atau tidak. Baik dosa yang berhubungan dengan diri sendiri maupun dengan orang lain; seperti sombong, riya’, ghibah, dzalim, riba bahkan meninggalkan shalat. Coba saja kita tulis, amalan shalih dan keburukan yang kita buat dalam satu hari, lalu bandingkan! Jika kita mau jujur, daftar keburukan akan lebih banyak dari pada amalan shalih. Itu catatan kita, bagaimana dengan catatan malaikat? Bukankah di hari akhir nanti, catatan-catatan ini akan dihisab dan ditimbang, amalan atau dosa yang lebih berat?

PIQ Singosari Malang, Gudangnya Ahli Al-Quran

Si Maniz 5:54:00 PM
PIQ Singosari Malang, Gudangnya Ahli Al-Quran. PIQ merupakan singkatan dari Pesantren Ilmu Al-Quran. Didirikan oleh KH Bashori Alwi Murtadho pada tanggal 1 Mei 1978. Sesuai dengan namanya, PIQ mempunyai spesialisasi dan prioritas pengajaran pada kitab suci Al-Quran. Hal ini erat kaitannya dengan figur KH Bashori Alwi Murtadho sebagai seorang intelektual dan notabene pendiri Jam’iyyatul Qurro’ wal Huffadz, suatu lembaga yang banyak melahirkan intelektual Al Quran di Indonesia.

Pendiri PIQ Singosari Malang, KH Bashori Alwi Murtadho adalah ulama ahli Al Quran yang berpengaruh di dalam maupun luar negeri. Beliau dilahirkan dari pasangan bahagia, Kiai Alwi Murtadlo dan Nyai Riwati. Kiprah dan andil besar KH Bashori Alwi Murtadlo di bidang ilmu-ilmu Al Quran sungguh luar biasa. Bersama dua qari’ nasional lainnya, Ustadz Abdul Aziz Muslim dan (alm.) Fuad Zain, dia pernah diundang untuk membaca Al Quran di 11 negara Asia Afrika (Arab Saudi, Pakistan, Irak, Iran, Siria, Lebanon, Mesir, Palestina, Aljazair dan Libya).

PIQ Singosari Malang, Gudangnya Ahli Al-Quran

KH Bashori Alwi Murtadho tercatat sebagai tokoh kaliber nasional dan internasional di bidang Tilawatil Al Quran. Beliau salah satu pendiri Jam’iyatul Qura’ (Organisasi para qari’ dan penghafal Al Quran), sekaligus salah satu pencetus ide Musabaqah Tilawatil Al Quran tingkat internasional pada Konferensi Islam Asia Afrika (KIAA) tahun 1964. Ustadz juga termasuk penggagas MTQ tingkat nasional. Sampai sekarang, beliau tidak pernah absen menjadi juri, baik pada MTQ dan STQ Nasional, maupun MTQ tingkat provinsi. Di samping itu, beliau dipercaya menjadi juri MTQ tingkat internasional di Brunei Darussalam (1985), Mesir (1998) dan Jakarta (2003).

PIQ Singosari sering dijadikan objek comparative study dan penelitian oleh kalangan pesantren, universitas, dan lembaga-lembaga kajian lain. Namun dalam perkembangannya, Bahasa Arab juga memperoleh porsi perhatian yang besar, sebagai media pengembangan wawasan berpikir dan alat untuk menganalisa keilmuan Islam klasik & modern. Mencetak kader-kader da’i muslim, generasi qurani yang mandiri, yang mampu mengembangkan pengetahuan agama mereka bagi agamanya, bangsa, dan negaranya dengan tetap berpegang teguh kepada aqidah Ahlussunnah wal Jamaah.

Ketika santri berada di tengah-tengah kawasan salah satu pondok pesantren terbaik di Jawa Timur ini, mereka akan merasakan nuansa lain dalam belajar. Melalui berbagai saran fisik dan non-fisik yang dimiliki Pesantren ini, para santri telah disiapkan untuk mendapatkan ilmu-ilmu Al Quran dan Bahasa Arab.

Pesantren Ilmu al-Quran Singosari Malang dipercaya umat di dalam pengajaran dan pengembangan ilmu-ilmu agama. Hal itu dibuktikan dengan semakin banyaknya jumlah santri baik lokal maupun non lokal yang berasal dari luar kota (Jakarta, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, bahkan Irian Jaya) yang diikuti dengan pencapaian prestasi yang semakin meningkat, baik ketika mengikuti event-event tingkat regional maupun nasional. Bahkan alumni-alumninya semakin banyak yang memegang peranan penting di masyarakat.

PIQ Singosari, mencetak generasi unggul di bidang Al Quran dan Bahasa Arab. Dengan fasilitas yang mumpuni dan konsep pemakaian bahasa asing yang berjalan dengan baik, maka secara sekilas bisa dipastikan bahwa alumninya adalah para santri yang benar-benar siap terjun ke dunia masyarakat. Ibarat berjalan di tengah gurun, para santri seakan menemukan sebuah oase. Jadi tidak berlebihan bila setiap tahunnya banyak calon santri yang mengantri, daftar masuk untuk dicetak menjadi generasi Qurany yang berkualitas.

Kontak
Alamat: Jl. Raya 107 Singosari Malang, 65153
Telepon: 0341 – 458340
Email: info@piqsingosari.com
Website: http://piqsingosari.com/
Grup FB: https://www.facebook.com/groups/piqsingsari/

PIQ Singosari Malang, Gudangnya Ahli Al-Quran telah berhasil menempati urutan teratas pilihan para orang tua dalam memilih pendidikan terbaik untuk anaknya di bidang Al Quran dan Bahasa Arab karena diasuh langsung oleh Master Al Quran, yaitu KH Bashori Alwi Murtadlo. Di PIQ Singosari diterapkan proses belajar mengajar yang menarik dan menyenangkan. Selain itu terletak di Malang kabupaten Singosari yang tentunya kawasan sejuk dan indah.

Keutamaan Al-Quran Dibanding Kitab Lain

Si Maniz 5:38:00 PM
Keutamaan Al-Quran dibanding kitab lain adalah sebagai mukjizat terbesar yang diberikan oleh Allah Taala kepada Nabi Muhammad SAW. Isinya mencakup seluruh aspek agama Islam, mengatur hubungan sesama manusia, sesama makhluk ciptaan-Nya dan juga antara makhluk dengan Sang Pencipta. Memiliki banyak keajaiban yang terkadang sulit dicerna oleh akal manusia, sebagai hamba yang lemah. Tidak ada keraguan di dalamnya. Jika ada sebagian orang yang meragukannya, maka Allah Taala yang akan menunjukkan kebenaran kitabnya melalui jalan yang tidak disangka-sangka.

Banyak sekali keutamaan Al-Quran dibanding kitab lain di seluruh dunia. Kebenaran isi dan pelaksanaannya menunjukkan kemukjizatan Al Quran bagi manusia. Diturunkan secara berangsur-angsur. Melalui kemampuan hafalan Nabi Muhammad SAW beserta para sahabatnya, kemudian dibukukan menjadi satu kitab. Kebenarannya menunjukkan kesempurnaan isinya.

Keutamaan Al-Quran Dibanding Kitab Lain

Merupakan sebuah mukjizat tertinggi yang istimewa dan sulit tergantikan. Kitab mulia ini bahkan tidak akan sanggup ditandingi oleh teknologi apapun di masa yang akan datang. Tentunya tidak ada alasan bagi umat Islam untuk tidak membacanya. Diantara keistimewaan Al Quran dibanding kitab lain yang diturunkan sebelumnya ialah:

1. Al Quran memuat ringkasan dari ajaran-ajaran ketuhanan yang pernah dimuat kitab-kitab suci sebelumnya seperti Taurat, Zabur, Injil dan lain-lain. Juga ajaran-ajaran dari Tuhan yang berupa wasiat. Al Quran juga mengokohkan perihal kebenaran yang pernah terkandung dalam kitab-kitab suci terdahulu yang berhubungan dengan peribadatan kepada Allah Yang Maha Esa, beriman kepada para rasul, membenarkan adanya balasan pada hari akhir, keharusan menegakkan hak dan keadilan, berakhlak luhur serta berbudi mulia dan lain-lain.

Allah Taala berfirman, “Kami menurunkan kitab Al Quran kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya, untuk membenarkan dan menjaga kitab yang terdahulu sebelumnya. Maka dari itu, putuskanlah hukum di antara sesama mereka menurut apa yang diturunkan oleh Allah. Jangan engkau ikuti nafsu mereka yang membelokkan engkau dari kebenaran yang sudah datang padamu. Untuk masing-masing dari kamu semua Kami tetapkan aturan dan jalan.” (Q.S. Al-Maidah:48)

Jelas bahwa Allah swt. sudah menurunkan keistimewaan Al Quran kepada Nabi Muhammad saw. dengan disertai kebenaran mengenai apa saja yang terkandung di dalamnya, juga membenarkan isi kitab-kitab suci yang diturunkan oleh Allah Taala sebelum Al Quran sendiri yakni kitab-kitab Allah yang diberikan kepada para nabi sebelum Rasulullah saw. Bahkan sebagai pemeriksa, peneliti, penyelidik dari semuanya. Oleh sebab itu Al Quran dengan terus terang dan tanpa ragu-ragu menetapkan mana yang benar, tetapi juga menjelaskan mana yang merupakan pengubahan, pergantian, penyimpangan dan pertukaran dari yang murni dan asli.

Selanjutnya dalam ayat di atas disebutkan pula bahwa Allah Taala memerintahkan kepada nabi supaya dalam memutuskan segala persoalan yang timbul di antara seluruh umat manusia ini dengan menggunakan hukum dari Al Quran, baik orang-orang yang beragama Islam atau pun golongan ahlul kitab (kaum Nasrani dan Yahudi) dan jangan sampai mengikuti hawa nafsu mereka sendiri saja.

Dijelaskan pula bahwa keutamaan Al-Quran dibanding kitab lain, diberikan syariat dan jalan dalam hukum-hukum amaliah yang sesuai dengan persiapan serta kemampuan mereka.  Adapun yang berhubungan dengan persoalan akidah, ibadah, adab, sopan santun serta halal dan haram, juga yang ada hubungannya dengan sesuatu yang tidak akan berbeda karena perubahan masa dan tempat, maka semuanya dijadikan seragam dan hanya satu macam, sebagaimana yang tertera dalam agama-agama lain yang bersumber dari wahyu Allah swt.

Allah Taala berfirman, “Allah telah menetapkan agama untukmu semua yang telah diwasiatkan oleh-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepada Ibrahim, Musa dan Isa, (yang semua serupa saja) yakni hendaklah kamu semua menegakkan agama yang benar dan janganlah kamu sekalian berpecah-belah.” (Q.S. Asy-Syura:13)

Kemudian dihapus beberapa hukum yang berhubungan dengan amaliah yang dahulu dan diganti dengan syariat Islam yang merupakan syariat terakhir yang kekal serta sesuai untuk diterapkan dalam segala waktu dan tempat. Oleh sebab itu, maka akidah pun menjadi satu macam, sedangkan syariat berbeda disesuaikan dengan kondisi zaman tiap umat.

2. Keutamaan Al-Quran berupa kalam Allah untuk memberikan petunjuk dan bimbingan yang benar kepada umat manusia, inilah yang dikehendaki oleh Allah Taala supaya tetap sepanjang masa, kekal untuk selama-lamanya. Maka dari itu jagalah keistimewaan Al Quran agar tidak dikotori oleh tangan-tangan yang hendak mengotori kesuciannya, hendak mengubah kemurniannya, hendak mengganti isi yang sebenarnya atau pun hendak menyusupkan sesuatu dari luar atau mengurangi kelengkapannya.

Allah Taala berfirman, “Sesungguhnya Al Quran adalah kitab yang mulia. Tidak akan dihinggapi oleh kebatilan (kepalsuan), baik dari hadapan atau pun dari belakangnya. Itulah wahyu yang turun dari Tuhan yang Maha Bijaksana lagi Terpuji.” (Q.S. Fushshilat:41-42)

Allah Taala berfirman pula, “Sesungguhnya Kami (Allah) menurunkan peringatan (Al Quran) dan sesungguhnya Kami pasti melindunginya (dari kepalsuan).” (Q.S. Al-Hijr:9). Adapun tujuan menjaga dan melindungi Al Quran dari kebatilan, kepalsuan dan pengubahan tidak lain hanya agar supaya hujah Allah akan tetap tegak di hadapan seluruh manusia, sehingga Allah Taala dapat mewarisi bumi ini dan siapa yang ada di atas permukaannya.

3. Keutamaan Al-Quran yang dikehendaki oleh Allah Taala akan keabadiannya, tidak mungkin pada suatu hari nanti akan terjadi bahwa suatu ilmu pengetahuan akan mencapai titik hakikat yang bertentangan dengan hakikat yang tercantum di dalam ayat Al Quran. Sebabnya tidak lain karena Al Quran adalah firman Allah Taala, sedang keadaan yang terjadi di dalam alam semesta ini semuanya merupakan karya Allah Taala.

Dapat dipastikan bahwa keistimewaan Al Quran tidak mungkin bertentangan antara yang satu dengan yang lain. Bahkan yang dapat terjadi ialah bahwa yang satu akan membenarkan yang lain. Dari sudut inilah, maka kita menyaksikan sendiri betapa banyaknya kebenaran yang ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern ternyata sesuai dan cocok dengan apa yang terkandung dalam Al Quran. Jadi apa yang ditemukan adalah memperkokoh dan merealisir kebenaran dari apa yang sudah difirmankan oleh Allah swt.

“Akan Kami perlihatkan kepada mereka kelak bukti-bukti kekuasaan Kami disegenap penjuru dunia ini dan bahkan pada diri mereka sendiri, sampai jelas kepada mereka bahwa Al Quran adalah benar. Belum cukupkah bahwa Tuhanmu Maha Menyaksikan segala sesuatu?” (Q.S. Fushshilat:53).

4. Senantiasa disampaikan kepada semua akal pikiran dan pendengaran, sehingga menjadi suatu kenyataan dan perbuatan. Kehendak semacam ini tidak mungkin berhasil, kecuali jika kalimat-kalimat itu sendiri benar-benar mudah diingat, dihafal serta dipahami. Oleh karena itu keistimewaan Al Quran sengaja diturunkan oleh Allah Taala dengan suatu gaya bahasa yang istimewa, mudah, tidak sukar bagi siapa pun untuk memahaminya dan tidak sukar pula mengamalkannya, asal disertai dengan keikhlasan hati dan kemauan yang kuat.

Allah Taala berfirman, “Sungguh Kami mudahkan pada Al Quran untuk diingat dan dipahami. Tetapi adakah orang yang mengambil pelajaran?” (Q.S. Al-Qamar:17). Di antara bukti kemudahan bahasa yang digunakan oleh Al Quran ialah banyak sekali orang-orang yang hafal di luar kepala, baik dari kaum lelaki, wanita, anak-anak, orang-orang tua, orang kaya atau miskin dan lain-lain sebagainya. Mereka mengulang-ulangi bacaannya di rumah atau mesjid. Tidak henti-hentinya suara orang-orang yang mencintai Al Quran berkumandang di seluruh penjuru bumi.

Keutamaan Al-Quran dibanding kitab lain, jelas tidak ada bandingannya dalam hal pengaruhnya terhadap hati atau kehebatan pimpinan dan cara memberikan petunjuknya, juga tidak dapat dicarikan persamaan dalam hal kandungan serta kemuliaan tujuannya. Tidak ada satu ilmu pun yang terlewatkan di Al Quran, bahkan mampu memaparkan sesuatu yang akan terjadi di masa depan.
Kiat Mudah Menghafal Al-Quran Sejak Bayi

Kiat Mudah Menghafal Al-Quran Sejak Bayi

Si Maniz 1:18:00 AM
Kiat Mudah Menghafal Al-Quran Sejak Bayi. Sesungguhnya pendidikan paling baik adalah memberikan pemahaman tentang Agama kepada anak sejak dini (kecil), dengan metode menghafal Al-Quran akan memberikan banyak manfaat, dimana mengajarkan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah suatu perkaran yang agung. Bukan menautkan dengan tokoh-tokoh yang tidak pantas jadi teladan, seperti: Artis, aktor, atlet, penyanyi dan lain sebagainya.

Memberikan pendidikan Agama Islam kepada anak sejak dini atau saat mereka masih kecil, menghafal Al-Quran dan mengajarkan sunnah seperti apa yang telah dicontohkan untuk panutan kita yakni Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena cara ini adalah bentuk pembelajaran untuk menjadikan generasi yang unggul baik dalah segi dunia ataupun untuk bekal akhirat kelak.

Kiat Mudah Menghafal Al-Quran Sejak Bayi

Waktu terbaik menghafal Al-Qur’an adalah setelah shalat Subuh atau fajar ketika pikiran segar. Di waktu fajar, segala sesuatu terasa lebih mudah untuk memasuki pikiran Anda. Ketenangan fajar. Ustadz-ustadz saya (semoga Allah memberi mereka kebaikan) terus menyarankan kita untuk menjadi produktif di pagi hari, seperti yang digambarkan oleh Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits “Ya Allah, berkatilah umatku di pagi hari.” (H.R. Abu Dawud, al- Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Pada saat banyak orang menyia-nyiakan pendidikan anak mereka atau anak yang berada di bawah perwaliannya. Mereka juga disibukkan dengan banyak perkara yang tidak bermanfaat dalam hal ini adalah untuk urusan akhirat, bahkan bisa membahayakan mereka. Di bawah ini adalah beberapa cara yang bisa digunakan untuk mengajarkan anak menjadi orang yang mencintai al Quran serta mau menghafalnya.

1. BAYI (0-2 TAHUN)
-Bacakan Al Qur’an dari surat Al fatihah
-Tiap hari 4 kali waktu (pagi, siang, sore, malam)
-Tiap 1 waktu satu surat diulang 3 x
-Setelah hari ke-5 ganti surat An Naas dengan cara yang sama
-Tiap 1 waktu surat yg lain-lain diulang 1 x 2

2. DIATAS 2 TAHUN
-Metode sama dengan teknik pengajaran yang sama pada bayi sebelumnya. Namun jika kemampuan mengucapkan kurang, maka tambah waktu menghafalnya, dari 5 hari menjadi 7 hari
-Sering didengarkan murattal qur’an

3. DIATAS 4 TAHUN
-Mulai atur konsentrasi dan waktu untuk menghafal serius
-Ajari muraja’ah/mengulang-ulang sendiri
-Ajari menghafal sendiri
-Selalu dimotivasi supaya semangat selalu terjaga
-Waktu menghafal 3-4 kali perhari

Tiga cara diatas adalah metode sederhana yang cukup ampuh dalam membimbing seorang anak untuk bisa menghafal Al-qur’an, semoga kita sebagai orangtua atau wali yang bertanggung jawab, bisa sama-sama mencoba menerapkan atau mempraktekkannya kepada anak, adik, saudara atau orang lain sekalipun yang memiliki tekat sungguh-sungguh dalam mempelajari Al-qur’an.

Ada sebuah doa yang bagus, dan sekiranya perlu kita lantunkan setiap kali memulai atau sesudah mengajarkan Al-qur’an pada anak, berikut doanya, "Allaahummaj’alna fii ahli Qur’an , Allaahumma baarik fi auladina wa dzurriiyatina bil Qur’an, Allaahummarzuqna istiqomah fi tilawatil wa hifzil Qur’an..Aamiin Allaahumma Aamiin

”Yaa Allah, jadikan kami sebagai ahlulQur’an, Yaa Allah, berkahilah anak & keturunan kami dengan Qur’an, Yaa Allah, berikanlah kami keistiqomahan dlm membaca & menghafal Al-Qur’an… Yaa Allah, kabulkanlah doa dan permohonan kami.”