Showing posts with label Hadits. Show all posts
Showing posts with label Hadits. Show all posts

Misi dan Perjuangan Rasulullah SAW

Si Maniz 7:41:00 PM
Misi dan perjuangan Rasulullah SAW. Pada tahun keempat puluh, Allah Swt memuliakan beliau SAW dengan ditetapkannya sebagai Nabi dan Rasul dengan turunnya Malaikat Jibril kepadanya, dimana sebelumnya beliau menyendiri beruzlah dan beribadah dengan memilih tempat di Gua Hira disebelah atas Jabal Nur. Tatkala Jibril turun membawa wahyu kepada Nabi Muhammad Saw, Khadijah pergi menemuinya dan memberitahukan kepadanya tentang peristiwa tersebut. Waraqah berkata: “Demi Tuhan yang nyawa Waraqah berada ditangan-Nya, jika engakau percaya hai Khadijah, telah datang malaikat agung yang pernah datang kepada Musa dan sesungguhnya ia (Nabi Muhammad Saw) adalah nabi dari umat ini.”

Misi dan Perjuangan Rasulullah SAW
Rasulullah SAW melakukan kegiatan keluar ke kabilah-kabilah Arab untuk melakukan dakwah memperkenalkan ajaran islam kepada mereka. Sebagian mereka ada yang beriman dan sebagian ada yang tetap kafir. Diantara mereka yang beriman, ada enam orang dari penduduk Madinah, yang antara lain karena telah tersebarnya Islam di sana. Pada tahun 12 kenabian, dua belas orang laki-laki dari Madinah menemui Rasulullah SAW. Diantaranya sepuluh orang dari suku Aus dan dua orang dari suku Khazraj dan kemudian mereka semua beriman. Dan dari yang dua belas orang ini, lima orang diantaranya adalah dari kelompok mereka yang enam orang yang telah beriman sebelumnya. Berikut adalah misi dan perjuangan Rasulullah SAW:

1. Membentuk akhlak mulia
Dalam tatanan kehidupan sosial masyarakat Arab pra Islam terdapat pada suatu tradisi yang melanggar etika (akhlak) dan hak asasi manusia; seperti perjudian, minum-minuman keras, perampok, perzinahan, dan perbuatan yang melanggar hukum dan tatanan sosial masyarakat. Sementara, Islam selalu mengajarkan perbuatan terpuji, seperti menolong sesama manusia, melarang melakukan fitnah, tidak mengambil hak orang yang bukan miliknya, melarang mabuk-mabukan, melarang perzinahan, melarang penguburan bayi hidup-hidup dan ajaran terpuji lainnya. Kondisi masyarakat Mekah yang terkenal dengan masa Jahiliyyah, bukan mereka bodoh dalam intelektual, tapi mereka bodoh dalam prilaku yang cenderung merusak tatanan sosial dan tatanan pribadi. Mereka terbiasa melakukan judi, pembunuhan dan minuman keras (khamar).

2. Mengajarkan ketauhidan
Pada masyarakat Arab Jahiliyyah terdapat suatu kepercayaan berbagai tuhan (polyteisme), seperti penyembahan berhala, penyembahan bulan dan bintang, penyembahan jin, ruh, dan arwah nenek moyang, serta ajaran yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Sementara itu, Islam datang dengan membawa ajaran tauhid, penyembahan hanya kepada Allah yang Maha Esa, tidak beranak dan tak diperanakan. Begitu juga yang berkaitan dengan kebudayaan. Kebudayaan Arab pra Islam sangat dipengaruhi oleh mitologi dan ajaran-ajaran sesat lainnya, sedang Islam membawa peradaban atau kebudayaan baru berdasarkan petunjuk Allah dan Al-Qur’an.

3. Menegaskan hari kiamat sebagai hari pembalasan
Masyarakat Arab pra Islam tidak percaya kepada hari kebangkitan, hari pembalasan, sampai ada di antara mereka bertanya-tanya, mana mungkin tulang belulang yang sudah hancur dapat dibangkitkan dan dihidupkan kembali. Padahal Islam mengajarkan dan memperingatkan kepada manusia, bahwa dunia ini hanya sementara dan tempat yang abadi adalah akhirat. Nabi Muhammad pemprioritaskan dakwahnya kepada ajakan untuk mempercayai adanya hari pembalasan. Mereka perlu menjaga kehidupannya untuk selalu sesuai dengan aturan dan tuntutan Allah swt. Setiap kebaikan akan mendapat balasan kebaikan. Sebaliknya setiap kejahatan akan mendapat balasan yang setimpal. Nabi Muhammad berusaha meyakinkan para pengikutnya akan janji Allah bagi orang yang beriman.

4. Mengangkat dan melindungi hak asasi manusia
Di dalam kehidupan masyarakat Arab pra Islam terdapat tradisi perbudakan manusia. Jual beli manusia (trafiking) merupakan hal biasa. Perbuatan itu mereka lakukan tanpa penyelesaian seolah tanpa dosa. Sedangkan Islam mengajarkan manusia itu sama derajatnya, hanya takwa yang membedakan mereka. Kehadiran Islam justru untuk mengangkat martabat mereka yang tertindas seperti para dhuafa dan fakir Arab kafir dan mukmin di tanah Arab, Mekah. Selain itu, tradisi yang melanggar hak asasi manusia adalah menganggap wanita sebagai aib keluarga. Kebiasaan membunuh dan mengubur anak wanita menjadi alat untuk menghilangkan aib keluarga. Islam datang untuk memuliakan dan mengangkat derajat wanita pada posisi yang tinggi dan terhormat.

5. Kondisi masyarakat Mekah yang menyembah berhala
Nabi Muhammad saw mendapat tugas mengajak masyarakat Mekah untuk menyembah Allah swt, Tuhan yang Maha Esa. Ajakan Nabi Muhammad saw bertentangan dengan kondisi masyarakat Mekah saat itu yang menyembah berhala.
Biografi Abu Hurairah (Bapak Kucing Kecil)

Biografi Abu Hurairah (Bapak Kucing Kecil)

Si Maniz 3:54:00 AM
Biografi Abu Hurairah (Bapak kucing kecil) adalah hal yang penting dalam sejarah Islam dan hadits. Dilahirkan pada tahun 598 dengan nama asli Abdurrahman bin Shakhr Al-Azdi/ Abdullah bin Amin/ Abdur Rahman bin Shakhr. Lahir di Daus, sebuah desa di padang pasir Yaman. Hidup di tengah kabilah Azad, ia sudah yatim sejak kecil, yang membantu ibunya menjadi penggembala kambing. Ia sangat penyayang kepada binatang dan mempunyai kucing, yang selalu diberinya makan, digendongnya, bermain bersamanya dan diberinya tempat. Keunikan kucing tersebut adalah selalu menyertainya kemanapun beliau pergi. Inilah sebabnya beliau diberi gelar “Bapak Kucing Kecil”.

Abu Hurairah (Bapak kucing kecil) adalah seorang catlover sejati. Menyayangi kucing persia, jenis ras dan lokal. Mempunyai bakat luar biasa dalam kemampuan dan kekuatan ingatan. Apa yang didengarkannya, ditampungnya lalu terpatri dalam ingatan walaupun usia bertambah dan masa pun telah berganti-ganti. Oleh karena itulah, ia telah mewakafkan hidupnya untuk lebih banyak mendampingi Rasulullah saw sehingga termasuk yang terbanyak menerima dan menghafal Hadits, serta meriwayatkannya.

Biografi Abu Hurairah (Bapak Kucing Kecil)

Beliau adalah sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits dari Rasulullah saw, yaitu kurang lebih sebanyak 5.374 hadits. Diantara yang meriwayatkan hadist darinya adalah Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Anas bin Malik, Jabir bin Abdullah, dan lain-lain. Imam Bukhari pernah berkata: “Tercatat lebih dari 800 orang perawi hadits dari kalangan sahabat dan tabi’in yang meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah”.

Sewaktu datang masa pemalsuan hadits yang dengan sengaja membikin hadits-hadits bohong dan palsu, seolah-olah berasal dari Rasulullah saw mereka memperalat nama Abu Hurairah dan menyalahgunakan ketenarannya dalam meriwayatkan Hadits dari Nabi saw , hingga sering mereka mengeluarkan sebuah “hadits”, dengan menggunakan kata-kata: — “Berkata Abu Hurairah… “

Dengan perbuatan ini hampir-hampir mereka menyebabkan ketenaran dan kedudukan Abu Hurairah, Bapak kucing kecil. Sehingga menimbulkan keragu-raguan dan tanda tanya di benak orang Islam. Banyak pengorbanan yang telah di habiskan oleh tokoh-tokoh utama para ulama Hadits yang telah membaktikan hidup mereka untuk berhidmat kepada Hadits Nabi dan menyingkirkan setiap tambahan yang dimasukkan ke dalamnya.

Beliau berhasil lolos dari jebakan kepalsuan dan penambahan yang sengaja hendak diselundupkan oleh kaum perusak ke dalam Islam, dengan mengkambing hitamkan Abu Hurairah dan membebankan dosa dan kejahatan mereka kepadanya. Ia adalah salah seorang yang menerima pantulan revolusi Islam, dengan segala perubahan mengagumkan yang diciptakannya.

Kisah Abu Hurairah, Bapak kucing kecil, memeluk Islam karena dorongan kecintaan dan kerinduan kepada Nabi saw. Dan semenjak itulah beliau tidak berpisah lagi daripadanya kecuali pada saat-saat waktu tidur. Begitulah berjalan selama masa empat tahun yang dilaluinya bersama Rasulullah saw yakni sejak ia masuk islam sampai wafatnya. Dengan fitrahnya yang kuat, mendapat kesempatan yang besar yang memungkinkannya untuk memainkan peranan penting dalam berbakti kepada Agama Allah.

Abu Hurairah, Bapak kucing kecil, dapat menyelami kebutuhan masyarakat baru yang dibangun oleh Islam, yaitu kebutuhan akan orang-orang yang dapat melihat dan memelihara peninggalan dan ajaran-ajarannya. Pada waktu itu memang para shahabat yang mampu menulis, tetapi jumlah mereka sedikit sekali, apalagi sebagiannya tak mempunyai kesempatan untuk mencatat Hadits-hadits yang diucapkan oleh Rasul saw.

Beliau sadar termasuk orang yang masuk Islam di masa menjelang kematian Nabi aw. Maka ia bertekad untuk mengejar ketinggalannya, dengan cara mengikuti Rasul terus menerus dan secara tetap menyertai majlisnya. Kemudian disadarinya pula adanya bakat pemberian Allah ini pada dirinya, berupa daya ingatannya yang luas dan kuat, serta semakin bertambah kuat, tajam dan luas lagi dengan do’a Rasul agar pemilik bakat ini diberi berkah oleh Allah swt.

Abu Hurairah, Bapak kucing kecil, bukan tegolong dalam barisan penulis, tetapi sebagaimana telah kita utarakan, ia adalah seorang yang terampil menghafal lagi kuat ingatan. Beliau terus-menerus menyampaikan hadits-hadits. Ia menyiapkan dirinya dan menggunakan bakat dan kemampuan karunia Ilahi untuk memikul tanggung jawab dan memelihara peninggalan yang sangat penting dan mewariskannya kepada generasi kemudian.

Abu Hurairah bisa meriwayatkan banyak hadist dari Rasulullah saw disebabkan, pertama: karena ia meluangkan waktu untuk menyertai Nabi lebih banyak dari para shahabat lainnya. Kedua, karena ia memiliki daya ingatan yang kuat, yang telah diberi berkat oleh Rasul, hingga ia jadi semakin kuat. Ketiga, ia menceritakannya bukan karena ia gemar bercerita, tetapi karena keyakinan bahwa menyebarluaskan hadits-hadits, merupakan tanggung jawabnya terhadap Agama dan hidupnya. Kalau tidak dilakukannya berarti ia menyembunyikan kebaikan dan haq, dan termasuk orang yang lalai yang sudah tentu akan menerima hukuman kelalaiannya.

Marwan bin Hakam pernah menguji tingkat hafalan hadits Abu Hurairah, Bapak kucing kecil. Marwan memintanya untuk menyebutkan beberapa hadits, dan sekretaris Marwan mencatatnya. Setahun kemudian, Marwan memanggilnya lagi dan Abu Hurairah pun menyebutkan semua hadits yang pernah ia sampaikan tahun sebelumnya, tanpa tertinggal satu huruf.

Biografi Abu Hurairah (Bapak kucing kecil), meninggal di Madinah pada tahun 678 atau tahun 59 H, dan dimakamkan di Baqi’. Termasuk salah satu di antara kaum muhajirin yang tidak memiliki keluarga dan harta kekayaan, yang disebut Ahlush Shuffah, yaitu tempat tinggal mereka di depan Masjid Nabawi. Beliau mempunyai seorang anak perempuan yang menikah dengan Said bin Musayyib, yaitu salah seorang tokoh tabi’in terkemuka. Salah satu kumpulan fatwa-fatwa Abu Hurairah pernah dihimpun oleh Syaikh As-Subki dengan judul Fatawa’ Abi Hurairah.