Pesona Hijab Style Wanita Muslimah

Pesona Hijab Style Wanita Muslimah

Si Maniz 11:00:00 PM
Pesona hijab style wanita Muslimah adalah hal yang sudah berlangsung cukup lama. Begitu banyak kajian yang telah dilakukan berkaitan dengan hal ini. Dan sudah barang tentu terdapat dua kubu yang saling bertentangan seperti umumnya yang sering terjadi dalam menyikapi sebuah fenomena. Satu kubu yang pro menganggap hijab sebagai suatu kewajiban bagi seorang Muslimah seperti yang telah diperintahkan Allah Subhanahu Wata’ala di dalam Al-Qur’an. Di sisi lain, kelompok kontra menganggap hijab sebagai bagian dari trend atau fashion semata. Bahkan, ada juga yang beranggapan hijab dapat mengurangi profesionalitas seorang wanita dalam kariernya.

Budaya hijab terus berupaya meng-counter perkembangan zaman yang telah banyak mempengaruhi perubahan mendasar pada diri manusia, salah satu contoh yang mudah diamati adalah cara berbusana terutama pada kaum hawa. Sungguh memprihatinkan perubahan style busana pada wanita akhir – akhir ini, dimana busana bukan untuk menutup tubuh indahnya melainkan semakin mempertontonkan aurat yang harusnya terjaga. Hal ini juga yang mempengaruhi peningkatan tindak kriminal pada wanita sebagaimana berita yang sering kita lihat dan dengar di media masa. Maraknya perselingkuhan / gonta – ganti pasangan, pemerkosaan dibawah umur, aksi mesum remaja hingga oknum pejabat menjadi berita yang tiada putusnya sampai detik ini.

Pesona Hijab Style Wanita Muslimah

Dalam Islam, Allah Subhanahu Wata’ala telah mengatur busana kaum hawa melalui beberapa firman-Nya di dalam Al Qur’an, hal ini tentu mempunyai tujuan dan manfaat yang besar bagi kaum perempuan itu sendiri, bagi kaum pria di sekelilingnya dan tentunya bagi perkembangan generasi suatu bangsa. Karenanya, alangkah baik dan indahhya bila kesadaran diri memakai hijab tersebut lahir tanpa paksaan atau instruksi dari pihak manapun, karena para wanita dengan sendirinya benar-benar mengerti alasan yang hakiki mengapa dirinya harus memakai hijab. Berhijab bukan hanya karena ingin mengikuti trend yang sedang laris digandrungi atau pengaruh teman atau karena adanya kebijakan dari atasan. Namun, mereka berhijab karena tuntunan Islam yang senantiasa menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Demikian banyaknya ayat-ayat Allah yang memerintahkan kaum wanita untuk berbusana menutupi auratnya, semua bertujuan demi menjaga dan melindungi wanita dari kenistaan sebagaimana yang terjadi di era liberal seperti sekarang ini. Selain itu, aturan berhijab merupakan bukti bahwa Islam sangat melarang adanya eksploitasi keindahan tubuh yang telah Allah anugerahkan pada diri setiap wanita. Berikut beberapa ayat-ayat Allah yang mengharuskan seorang wanita untuk berhijab.

Ayat Pertama: “Dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka.” (QS. An Nur: 31).

Ayat tersebut menjelaskan bahwa pada diri setiap wanita adalah perhiasan yang tidak boleh diumbar kecuali kepada mahramnya. Menurut Ibnu Mas’ud tentang perhiasan yang (biasa) nampak dari wanita: “(yaitu) pakaian” (Riwayat Ibnu Jarir). Artinya, yang boleh nampak dari wanita hanyalah pakaian, karena memang itu tidak mungkin disembunyikan.

Perintah ini nampak bertolak belakang dengan modernisasi zaman yang justru mengeksploitasi segala yang ada pada seorang wanita. Saat ini, wanita menjadi objek bisnis yang menggiurkan karena keindahan tubuhnya. Mulai dari model yang dijual keindahan lekuk tubuhnya, sampai pada tingkat pemuas nafsu pria hidung belang yang bergentayangan bagaikan buaya kelaparan.

Padahal semestinya keindahan tubuh seorang wanita hanya boleh dinikmati oleh suaminya yang telah sah menjadi imam dalam hidup di dunia ini.

Pertanyaannya, mengapa banyak wanita yang gemar memamerkan perhiasan tubuhnya kepada orang lain meskipun dirinya telah bersuami? Tidakkah dirinya takut dengan azab Illahi yang banyak menimpa kaum hawa?

Ayat selanjutnya;  “Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada (dan leher) mereka.” (QS. An Nur: 31)

Berdasarkan ayat ini wanita wajib menutupi dada dan lehernya karena merupakan aurat seorang wanita. Allah sungguh lebih tahu umatnya. Bukankah telah banyak bukti yang menunjukkan bahwa perilaku pelecehan seksual pada wanita sering dipicu oleh “pertunjukan” dada oleh wanita – wanita pengumbar aurat.

Ayat yang lain; “Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan hijabnya ke tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59). Inilah perintah yang menjadi identitas seorang Muslimah untuk selalu mengenakan hijab di manapun dirinya berada.

Sebagaimana diriwayatkan bahwa Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu berkata: “Allah memerintahkan kepada istri-istri kaum mukminin, jika mereka keluar rumah karena suatu keperluan, hendaklah mereka menutupi wajah mereka dengan hijab (pakaian semacam mukena) dari kepala mereka. Mereka dapat menampakkan satu mata saja.”

Dari ayat-ayat perintah berhijab tersebut, tersirat sebuah tujuan mulia yakni menjaga martabat seorang wanita dari laki-laki asing (bukan mahramnya). Wanita yang baik akan menggunakan hijab untuk menjaga diri ketika bersosialisai dengan siapapun dan di manapun, kecuali kepada kerabat keluarganya. Dengan menjaga hijab, kehidupan seorang wanita akan jauh dari fitnah terlebih-lebih gosip di jaman seperti ini.

Dan masih banyak ayat-ayat Allah maupun hadits Rasulullah yang mengharuskan hijab bagi seorang Muslimah jika dirinya ingin benar-benar mendekatkan diri kepada Allah dan Rasul-Nya.

Hijab menjadi simbol bagi wanita yang terjaga, maka tidak dibenarkan bagi mereka yang berhijab sementara perilakunya tidak terjaga dari perbuatan zina. Hijab juga merupakan pelindung seorang wanita baik di dunia maupun di akhirat kelak, maka segeralah kaum hawa di atas bumi Allah ini mengenakan hijab agar dirinya selamat.

Sungguh mulia para wanita yang hingga detik ini masih dengan bangga menutup aurat dengan cara berhijab dan tetap istiqomah memakainya dalam keadaan apapun. Inilah bentuk perhatian Allah dengan menjaga para wanita penjaga hijab yang insya Allah akan selalu ditinggikan harkat dan martabatnya baik selama hidup di dunia maupun kelak di akhirat.
5 Rukun Islam dan Penjelasannya

5 Rukun Islam dan Penjelasannya

Si Maniz 5:17:00 AM
5 rukun Islam dan penjelasannya. Agama Islam adalah sebagaimana bangunan, sedangkan tiang-tiang bangunannya tidak dapat tegak kokoh, kecuali dengan kelimanya. Jika sebagian pelengkap ini tidak ada, maka bangunan itu kurang (sempurna), namun masih tegak, tidak roboh dengan kurangnya hal itu. Untuk membuat sebuah bangunan dibutuhkan kelimanya yang satu sama lain saling terkait dan memberikan kontribusi terhadap penganutnya.

Pondasi 5 rukun Islam dalam agama Allah Swt, merupakan bagian paling dasar. Ibarat struktur bangunan, pondasi berfungsi untuk memikul beban bangunan yang ada diatasnya. Untuk menghasilkan bangunan yang kokoh, pondasi juga harus dipahami dan dikerjakan sesuai tuntunan Al-Quran. Sungguh, tidak ada amal ibadah yang sia-sia, amal ibadah adalah sebuah proses atau alat untuk menjemput rahmat Allah SWT.

Allah SWT merupakan tujuan tertinggi dan paling hakiki dalam kehidupan manusia di dunia. Karena itu, apa pun yang dilakukan haruslah berujung kepada tujuan tersebut. Salah satu caranya, yaitu dengan memahami Rukun Islam. Pemahaman tersebut tentunya harus diikuti dengan menjalankan perintah dan meninggalkan larangan-larangan Allah Ta'ala.

5 Rukun Islam dan Penjelasannya

Sistem ajaran apapun termasuk agama, tidak akan berfaedah dan membawa perbaikan hidup jika tidak dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan dalam salah satu ayat Al Quran sangat jelas Allah SWT memperingatkan betapa besar dosanya mereka yang mengatakan sesuatu (termasuk mengatakan menganut sistem ajaran tertentu) namun tidak melaksanakannya (QS As Shaff: 3). Berikut ini adalah 5 rukun Islam dan penjelasannya:

1. Syahadat
Rukun Islam yg pertama kali harus/wajib dilakukan bagi seseorang yg akan masuk agama Islam adalah mengucapkan 2 kalimat Syahadat yg mempunyai pengertian “ Meyakinkan tidak ada Tuhan yg selain di sembah didunia ini kecuali Alloh Ta'ala dan Sesungguhnya Nabi Muhammad Saw utusan Allah Swt.

Seorang muslim hanya mempercayai Allah sebagai satu-satunya Tuhan dan tidak ada tuhan yang patut disembah melainkan Allah SWT. Allah adalah tuhan dalam arti keagamaan dan menjadikan motivasi dan tempat tujuan hidup seseorang, hanya kepada Tuhan (Allah) kita meminta dan meminta pertolongan. Dengan mengikrarkan kalimat syahadat yang pertama, maka artinya telah memantapkan diri untuk menjadikan Allah SWT sebagai tujuan, motivasi dan jalan hidup.

Dengan mengikrarkan kalimat syahadat yang kedua maka telah menetapkan keyakinan dalam hati dan jiwa bahwa seluruh ajaran Allah dan agama islam disampaikan melalui Nabi Muhammad SAW. Dengan meyakini apa yang disampaikan dari Al-Qur’an dan hadits-hadits maka sudah cukuplah akan keyakinannya tentang Allah dan Rasulnya.

2. Shalat
Rukun Islam ke Dua yang harus kita lakukan adalah mendirikan / menunaikan / melaksanakan Shalat, adapun jenis Shalat yg harus / wajib dilakukan oleh seorang muslim adalah 5 Shalat Wajib yang antara lain Shalat Subuh, Shalat Dhuhur, Shalat Asyar, Shalat Maghrib dan Shalat Isya. Kelima Shalat Wajib tersebut harus dilaksanakan dan didirikan oleh semua seorang Muslim maupun Muslimah karena Shalat merupakan ibadah badan nyata yg paling unggul

Nabi Muhammad Saw bersabda bahwa “Sesungguhnya ammal hamba yang pertamma kali akan dihisab padda hari kiammat adalah shallatnya. Jika shalatnya baik maka dia akan memperoleh keselamatan dan keberuntungan. Jika sholatnya rusak maka dia akan merugi dan menyesal. Kalau ada yang kurang darri shala wajibnya, Allah Swt mengatakan “lihatlah apakah pada hamba tersebut mempunyai amalan shalat sunnah?’ Maka shalat sunnah tersebut akan bisa menyempurnakan shalat wajibnya yang kurang. Begitu pun juga amalan lainnya seperti itu.” Dalam riwayat lainnya, “Kemudian zakat akan (diperhitungkan) seperti itu. Kemudian amalann lainnya akan dihissab seperti itu pula” (HR Abu Daud).

3. Zakat
Rukun Islam yang ke tiga yg harus dilakukan adlah membayar Zakat dan adapun dari ibnu Umar Radhiyallahu anhuma, ia mengatakan bahwa Nabi Muhammad Saw bersabda, “Islam didirikan diatas 5 dasar yaitu bersaksi bahwasanya tidak ada tuhan yg berhak di ibadahi (disembah) dg benar selain Allah dan Muhammad adlh utusan Allah, Mendirikan / Melaksanakan Shalat, Mengeluarkan / Membayar Zakat, Berhaji ke Baitulloh dan Berpuasa pd bulan Ramadhan.”

Adapun dalam Agama Islam memajibkan kita sebagai muslim dlm membayar zakat kpd orang2 yg berhak menerima zakat (Mustahiq) dan mustahiq zakat sendiri itu ada delapan kriteria orang yg antara lain

a. Orang Fakir yaitu orang yg tdk mempunyai harga dan juga pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari.

b. Orang Miskin yaitu yg mempunyai harta & Pekerjaan tetapi tidak menutupi kebutuhannya sehari – hari.

c. Amil yaitu orang yg bertugas untuk mengurus, menulis dan membagikan zakat pd orang2 Mustahiq

d. Muallaf yaitu orang yg baru masuk islam

e. Riqob yaitu hamba sahaya atau budak beli’an

f. Ghorim yaitu orang2 yg terbelit hutang baik yg tidak mampu untuk membayarkannya

g. Sabilillah yaitu orang yg berjuang dlm berjihad dijalan Allah S.W.T

h. Ibnu Sabil yaitu orang yg bepergian jauh yg perbekalannya tidak cukup sampai ketempat tujuan

4. Puasa
Berpuasa di bulan Ramadhan merupakan rukun islam yg keempat, memang Berpuasa sendiri bisa dilakukan di hari lainnya seperti Puasa di hari senin dan kamis dll. Tetapi yg dimaksud didlm Rukun Islam ke empat ini adlah diwajibkan untuk berpuasa di bulan Ramadhan, pada bulan Syaban tahun kedua sesudah Nabi Muhammad Saw melakukan hijrah.

5. Haji bagi yang mampu

Kemudian Rukun Islam yang terakhir atau kelima adalah menunaikan haji bila mampu ke Makkah (Arab Saudi). Pengertian ibadah haji sendiri adlh bentuk ritual setiap tahun yg dilaksanakan kamus Muslim / Muslimah sedunia yg mampu baik material, fisik maupun ilmu dg berkunjung & melaksanakan beberapa kegiatan haji di beberapa tempat di Arab Saudi pada waktu musim haji (Bulan Dzulhijah).
6 Rukun Iman dan Penjelasannya

6 Rukun Iman dan Penjelasannya

Si Maniz 5:17:00 AM
6 Rukun Iman dan Penjelasannya, Keimanan dibuktikan dalam bentuk bukan hanya sekadar ucapan belaka, tapi ditunjukkan dengan amal perbuatan yang betul-betul sama sekali tidak bertentangan dengan keyakinannya. Begitu pula, bukanlah sekadar penampilannya yang hanya sekali atau dua kali, melainkan pembuktiannya secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan rahmat Allah SWT, hidup terasa ringan seakan tanpa beban.

6 Rukun Iman dan Penjelasannya. Agama Islam yang menjanjikan kebahagiaan dunia dan akhirat akan sepenuhnya terwujud jika setiap ummat Muslim menyadari betapa sempurna ajaran agamanya dan mau mempraktekkannya setiap saat. Bagaimana tidak sempurna mulai dari hal yang besar seperti Haji hingga hal yang kecil seperti masuk ke kamar mandi juga kita dibekali oleh aturan. Aturan tersebut selain agar setiap saat terhubung vertikal kepada Allah SWT, juga selalu memiliki konsekuensi membangun relasi horizontal kepada Manusia.

6 Rukun Iman dan Penjelasannya

Allah memberi, menganugerahi, dan mengaruniai apa saja kepada siapa saja tanpa bergantung pada siapa dan kepada apa pun. Allah menguasai segala kewenangan karena Dia Penguasa Semesta dan Seisinya. Hidup yang dirahmati menjadi dambaan bagi setiap insan. Pikiran menjadi terang karena Sang Pencipta menganugerahkan cahaya kepada akalnya. Dan, jiwa pun menjadi lapang sebab hatinya diluaskan oleh Yang Maha Melapangkan. Berikut ini adalah 6 rukun iman dan penjelasannya:

1. Rukun Iman kepada Allah
Allah Ta'ala telah berfirman di Al-Quran, "Adapun Orang2 yang beriman kepada Alloh dan berpedang teguh kepada agamanya (Islam) niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dlm rahmat yg besar dari’nya (Surga) dan limpahan karunia’nya dan menunjuki mereka kpd jalan yg lurus untuk sampai kepada’nya". (QS. An-Nisa : 175).

Tidaklah ada Muslim mengatakan beriman kepada Allah sampai dia mengimani 4 perkara yakni:
-Percaya adanya Allah Swt
-Mengimani rububiah Allah, bahwa tidak ada lagi yang menguasai, mengatur dan mencipta alam semesta terkecuali Allah
-Mengimani pada uluhiah Allah bahwa tak ada sesembahan yang berhak untuk disembah kecuali Allah dan meniadakan segala sesembahan selain Allah Swt.
-Mengimani untuk semua dan segala sifat Allah yang Allah sudah tetapkan untuk diriNya dan yang Nabi Muhammad Saw yang telah tetapkan untuk Allah.

2. Rukun Iman kepada Para Malaikat
Adapun maksud kita wajib untuk membenarkan bahwa para malaikat tersebut memiliki wujudnya dimana Allah Swt telah menciptakan mereka dari cahaya. Mereka ialah makhluk dan hamba Allah yang senantiasa patuh dan beribadah selalu kepadaNya. Allah Swt berfirman: “Dan malaikkat-malaikat yang di sisiNya, merekka tiada memiliki rasa anggkuh untuk menyyembahNya dan tiada (pula) merassa letih. mereka sellalu bertasbih malam dan sianng tiada henti-henttinya” (QS. Al-Anbiya: 19-20)

Tiap umat Islam mesti wajib untuk mengimani secara rinci pada setiap malaikat yang kita sudah ketahui namanya semisal Jibril, Mikail dan Israil. Adapun yang kita tak ketahui namanya maka kita mengimani hal tersebut secara universal. Diantara bentuk beriman kepada mereka ialah mengimani pada setiap tugas dan amalan mereka yang tersebut didalam Al-Quran dan hadits yang sahih, semisal mengantar wahyu, mencabut nyawa, menurunkan hujan dan seterusnya.

3. Rukun Iman kepada kitab-kitab Allah
Kita mengimani bahwa untuk seluruh kitab Allah ialah kalamNya, percaya kepada kitab Allah yang namanya telah disebutkan didalam Al-Quran semisal taurat, injil, zabur, suhuf ibrahim dan suhhuf musa. Sementara yang tak kita ketahui tentang namanya maka kita hanya bisa mengimaninya secara universal bahwa Allaw Swt memiliki kitab lain selain daripada apa yang telah diterangkan untuk kita.

Secara khusus mengenai Al-Quran bahwa kita hanya wajib mengimani bahwa dia adalah penghapus hukum dari semua kitab suci yang telah turun sebelumnya. Sesuai dengan firman Allah Swt: “Dan kami telah turrunkan kepadamu Al-Quran dengan memmbawa kebennaran, membenarkan apa yang sebbelumnya, yaitu kitab-kittab (yang diturunkan sebellumnya) dan batu ujian terhaddap kitab-kittab yang lain itu.”(QS Al-Maidah:48).

4. Rukun Iman kepada para nabi dan rasul Allah
Penjelasan tentang rukun iman yang keempat yakni mengajak kita untuk mengimani bahwa terdapat diantara laki-laki yang ada dikalangan manusia yang telah dipilih oleh Allah Swt menjadi perantara untuk diri-Nya bersama dengan para makhluknya. Namun, mereka semua tetaplah menjadi manusia biasa yang sama sekali tidak memiliki sifat-sifat dan hak-hak persoalan ketuhanan, karenanya dengan menyembah para nabi dan rasul ialah kebatilan yang nyata.

Wajib mengimani berarti semua wahyu nabi dan rasul tersebut itu benar dan memiliki sumber dari Allah Swt. Karena itu siapa saja yang telah mendustakan kenabian dari salah seorang diantara mereka maka itu sama saja bahwa dia telah mendustakan semua nabi yang lainnya. Karena itu Allah Swt mengafirkan nasrani dan yahudi tatkala tidak mengimani kepada Nabi Muhammad aw dan Allah telah mendustakan untuk keimanan mereka kepada Isa dan Musa As, karena itu mereka tak beriman kepada Nabi Muhammad Saw.

Juga wajib untuk mengimani secara merinci pada setiap nabi dan rasul yang telah kita ketahui namanya. Sementara yang tak kita ketahui mengenai namanya maka kita mesti wajib untuk mengimaninya secara menyeluruh. Seperti Firman Allah Swt:

“Sesungguhnya Kami tellah memberikan wahhyu kepadammu sebagaimanna Kami tellah memberikan wahhyu kepada Nuh dan Nabi-nabi yang kemmudiannya, dan Kami tellah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Ya’qub dan anakk cuccunya, ‘Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berrikan Zabur kepadda Daud” (QS. An Nisa:163).

“Dan sesunggguhnya telah Kammi utus bebberapa orang rasul sebbelum kamu, di antara mereka ada yangg kami cerritakan kepadammu dan diantara mereka ada (pula) yang tiddak Kami Ceritakan kepaddamu” (QS. Mu’min:78).

5. Rukun Iman kepada Hari Akhir
Disebut sebagai hari akhir sebab dia merupakan hari terakhir untuk dunia ini, tak ada lagi untuk hari esok. Hari akhir merupakan hari dimana Allah Swt telah mewakafkan untuk seluruh makhluk yang masih hidup pada saat itu kecuali yang Allah perkecuallikan, lalu mereka semua akan dibangkitkan untuk bisa mempertanggung jawabkan amalan yang telah mereka lakukan. Allah Swt berfirman: ”Sebagaimana Kami telah memmulai penciptaan perrtama begitulah Kammi akan mengulangiinya, janji dari Kami, sesunggguhnya Kami passti akan melakukannnya.” (QS. Al-Anbiya: 104)

“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak berriman hinggga mereka menjjadikan kamu hakkim terhadap perkara yangg merekka perselisihkkan, kemudian merreka tidak merassa dalam hati merreka sesuatu keberratan terhaddap putussan yang kammu berikan, dan merreka menerimma dengan sepennuhnya.” (QS. An Nisa: 65)

Inilah makna dari rukun iman Hari Akhir secara khusus, meskipun pada dasarnya bahwa beriman kepada hari akhir itu meliputi 3 perkara, dimana siapa saja yang akan mengingkari salah satunya maka pada hakikatnya dia tak beriman untuk hari akhir. Ketiga perkara tersebut adalah:

-Mengimani untuk semua yang akan terjadi di Alam Barzakh yakni alam diantara akhirat dan dunia berupa fitnah kubur oleh 2 malaikat, nikkmat kubur untuk yang lulus dari fittnah, dan siksa kubur untuk mereka yang tidak selamat darinya.
-Mengimani untuk tanda-tandda hari kiamat, baik itu tanda-tanda kecil yang jumlahnya pulluhan, maupun tanda-tandda besar yang para ulama sebuttkan jumlahnya ada 10 yang diantaranya: munculnya seorang imam Mahdi, keluarrnya Dajjal, turrunnya nabi Isa As, keluarrnya Ya’juj dan Ma’jun dan seterrusnya sampai terbitnya matahhari dari sebelah barat.
-Mengimani untuk semua yang akan terjadi sesudah kebangkitan. Dan kejadian tersebut jika mau disistematiskan yakni: kebangkitan lalu berdiri di area padang mahsyar, kemudian telaga, lalu di hisab atau (tanya jawab dan pembagian kitab), mizan atau (penimbangan amalan), sirath, nerraka, qintharah atau (titian kedua sesudah shirath), dan yang terakhir ialah surga.

6. Rukun Iman kepada Qadha dan Qadar
Maksudnya tiap orang Islam  wajib untuk percaya bahwa semua yang telah Allah Takdirkan, apakah itu kejadiannya baik dan buruk maka itu semual bersumber dari Allah Swt.

-Mengimani bahwa memang Allah Swt mengimani segala sesuatu tentang kejadian, yang buruk maupun baik. Bahwa Allah telah mengetahui segala kejadian yang sudah berlalu, yang sedang terjjadi, dan yang belum terjadi, serta semua kejadian yang tak terjadi seandainya terjjadi maka Allah mengetahuinya bagaimana itu terjadi.

Allah Swt berfirman, “Agar kamu mengetahui bahwasannya Allah Maha Kuasa atas seggala sesuatu, dan sesungguhnnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputti segala sesuatu” (QS Ath-Thalaq:12)

Allah Swt berfirman yang berarti “Dan Kamu tidak dappat menghendaki (mengerjakan sesuatu) keccuali apabila dikehhendaki Allah, Tuhan semesta alam” (QS. At-Takwir:29)

-Mengimani bahwa Allah Swt sudah menuliskan segala takdir dari makhluk yang ada di lauh al-Mahfuzh, 50 ribu tahun sebelumnya dia menciptakan bumi dan langit. Dari Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash Ra dia telah berkata: Saya pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda: “Allah telah menuliskan takkdir bagi semua makhluk 50.000 tahun sebellum Allah menciptakan langit dan bumi” (HR. Muslim No.4797).

Mengimani bahwa tak ada satupun gerakkan dan diammnya makhluk dilangit, dibumi dan diseluruh alam semesta kecuali semuanya baru terjadi sesudah Allah menghendaki. Tidaklah makhluk bergerak kecuali dengan kehendak dan izinNya, sebaggaimana tidaklah mereka diam dan tidak bergerak keccuali sesudah ada kehendak dan izin dari-Nya.
Biografi Syekh Nawawi al-Bantani al-Jawi

Biografi Syekh Nawawi al-Bantani al-Jawi

Si Maniz 9:43:00 PM
Syaikh Muhammad Nawawi al-Jawi al-Bantani, lahir di Tanara, Serang, 1230 H/1813 M - meninggal di Mekkah, 1314 H/1897 M) adalah seorang ulama Indonesia yang terkenal di mancanegara (ulama Indonesia bertaraf internasional) dan Imam Masjidil Haram. Ia bergelar al-Bantani karena ia berasal dari Banten, Indonesia. Ia adalah seorang ulama dan intelektual yang sangat produktif menulis kitab, yang meliputi bidang-bidang fiqih, tauhid, tasawuf, tafsir, dan hadis.

Jumlah karyanya mencapai tidak kurang dari 115 kitab. Karena kemasyhurannya, Syekh Nawawi Al-Bantani dijuluki Sayyid Ulama Al-Hijaz (Pemimpin 'Ulama Hijaz), Al-Imam Al-Muhaqqiq wa Al-Fahhamah Al-Mudaqqiq (Imam yang Mumpuni ilmunya), A’yan Ulama Al-Qarn Al-Ram Asyar li Al-Hijrah (Tokoh 'Ulama Abad 14 H), Imam Ulama’ Al-Haramain (Imam 'Ulama Dua Kota Suci).

Lahir dengan nama Abû Abdul Mu’ti Muhammad Nawawi bin ‘Umar bin ‘Arabi. Ulama besar ini hidup dalam tradisi keagamaan yang sangat kuat. Ulama yang lahir di Kampung Tanara, sebuah desa kecil di kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Propinsi Banten (Sekarang di Kampung Pesisir, desa Pedaleman, Tanara, Serang Kecamatan Tanara, Serang depan Mesjid Jami’ Syaikh Nawawi Bantani) pada tahun 1230 H atau 1815 M ini bernasab kepada keturunan Maulana Hasanuddin Putra Sunan Gunung Jati, Cirebon. Keturunan ke-12 dari Sultan Banten.

Nasabnya melalui jalur ini sampai kepada Baginda Nabi Muhammad saw. Melalui keturunan Maulana Hasanuddin yakni Pangeran Suniararas, yang makamnya hanya berjarak 500 meter dari bekas kediaman dia di Tanara, nasab Ahlul Bait sampai ke Syaikh Nawawi. Ayahnya seorang Ulama Banten, ‘Umar bin ‘Arabi, ibunya bernama Zubaedah.

Semenjak kecil ia memang terkenal cerdas. Otaknya dengan mudah menyerap pelajaran yang telah diberikan ayahnya sejak umur 5 tahun. Pertanyaanpertanyaan kritisnya sering membuat ayahnya bingung. Melihat potensi yang begitu besar pada putranya, pada usia 8 tahun sang ayah mengirimkannya keberbagai pesantren di Jawa. Dia mula-mula mendapat bimbingan langsung dari ayahnya, kemudian berguru kapada Kyai Sahal, Banten; setelah itu mengaji kepada Kyai Yusuf, Purwakarta.

Di usia dia yang belum lagi mencapai 15 tahun, Syaikh Nawawi telah mengajar banyak orang. Sampai kemudian karena karamahnya yang telah mengkilap sebelia itu, dia mencari tempat di pinggir pantai agar lebih leluasa mengajar murid-muridnya yang kian hari bertambah banyak. Pada usia 15 tahun dia menunaikan haji dan berguru kepada sejumlah ulama terkenal di Mekah.

Kitab Syekh Nawawi al-Bantani al-Jawi

Kepakaran dia tidak diragukan lagi. Ulama asal Mesir, Syaikh 'Umar 'Abdul Jabbâr dalam kitabnya "al-Durûs min Mâdhi al-Ta’lîm wa Hadlirih bi al-Masjidil al-Harâm” (beberapa kajian masa lalu dan masa kini tentang Pendidikan Masa kini di Masjidil Haram) menulis bahwa Syaikh Nawawi sangat produktif menulis hingga karyanya mencapai seratus judul lebih, meliputi berbagai disiplin ilmu. Banyak pula karyanya yang berupa syarah atau komentar terhadap kitab-kitab klasik.

Karya tafsirnya, al-Munîr, sangat monumental, bahkan ada yang mengatakan lebih baik dari Tafsîr Jalâlain, karya Imâm Jalâluddîn al-Suyûthi dan Imâm Jalâluddîn al-Mahâlli yang sangat terkenal itu. Sementara Kâsyifah al-Sajâ syarah merupakan syarah atau komentar terhadap kitab fiqih Safînah al-Najâ, karya Syaikh Sâlim bin Sumeir al-Hadhramy. Para pakar menyebut karya dia lebih praktis ketimbang matan yang dikomentarinya. Karya-karya dia di bidang Ilmu Akidah misalnya Tîjân al-Darâry, Nûr al-Dhalam, Fath al-Majîd. Sementara dalam bidang Ilmu Hadits misalnya Tanqih al-Qaul. Karya-karya dia di bidang Ilmu Fiqih yakni Sullam al-Munâjah, Niĥâyah al-Zain, Kâsyifah al-Sajâ. Adapun Qâmi’u al-Thugyân, Nashâih al-‘Ibâd dan Minhâj al-Raghibi merupakan karya tasawwuf.

Ada lagi sebuah kitab fiqih karya dia yang sangat terkenal di kalangan para santri pesantren di Jawa, yaitu Syarah ’Uqûd al-Lujain fi Bayân Huqûq al-Zaujain. Hampir semua pesantren memasukkan kitab ini dalam daftar paket bacaan wajib, terutama di Bulan Ramadhan. Isinya tentang segala persoalan keluarga yang ditulis secara detail. Hubungan antara suami dan istri dijelaskan secara rinci. Kitab yang sangat terkenal ini menjadi rujukan selama hampir seabad.

Karomah Syekh Nawawi al-Bantani al-Jawi

Konon, pada suatu waktu pernah dia mengarang kitab dengan menggunakan telunjuk dia sebagai lampu, saat itu dalam sebuah perjalanan. Karena tidak ada cahaya dalam syuqduf yakni rumah-rumahan di punggung unta, yang dia diami, sementara aspirasi tengah kencang mengisi kepalanya. Syaikh Nawawi kemudian berdoa memohon kepada Allah Ta’ala agar telunjuk kirinya dapat menjadi lampu menerangi jari kanannya yang untuk menulis. Kitab yang kemudian lahir dengan nama Marâqi al-‘Ubudiyyah syarah Matan Bidâyah al-Hidayah itu harus dibayar dia dengan cacat pada jari telunjuk kirinya.

Cahaya yang diberikan Allah pada jari telunjuk kiri dia itu membawa bekas yang tidak hilang. Karamah dia yang lain juga diperlihatkannya di saat mengunjungi salah satu masjid di Jakarta yakni Masjid Pekojan. Masjid yang dibangun oleh salah seorang keturunan cucu Rasulullah saw Sayyid Utsmân bin ‘Agîl bin Yahya al-‘Alawi, Ulama dan Mufti Betawi (sekarang ibukota Jakarta), itu ternyata memiliki kiblat yang salah. Padahal yang menentukan kiblat bagi mesjid itu adalah Sayyid Utsmân sendiri.

Tak ayal , saat seorang anak remaja yang tak dikenalnya menyalahkan penentuan kiblat, kagetlah Sayyid Utsmân. Diskusipun terjadi dengan seru antara mereka berdua. Sayyid Utsmân tetap berpendirian kiblat Mesjid Pekojan sudah benar. Sementara Syaikh Nawawi remaja berpendapat arah kiblat mesti dibetulkan.

Saat kesepakatan tak bisa diraih karena masing-masing mempertahankan pendapatnya dengan keras, Syaikh Nawawi remaja menarik lengan baju lengan Sayyid Utsmân. Dirapatkan tubuhnya agar bisa saling mendekat. “Lihatlah Sayyid!, itulah Ka΄bah tempat Kiblat kita. Lihat dan perhatikanlah! Tidakkah Ka΄bah itu terlihat amat jelas? Sementara Kiblat masjid ini agak kekiri. Maka perlulah kiblatnya digeser ke kanan agar tepat menghadap ke Ka΄bah". Ujar Syaikh Nawawi remaja.

Sayyid Utsmân termangu. Ka΄bah yang ia lihat dengan mengikuti telunjuk Syaikh Nawawi remaja memang terlihat jelas. Sayyid Utsmân merasa takjub dan menyadari, remaja yang bertubuh kecil di hadapannya ini telah dikaruniai kemuliaan, yakni terbukanya nur basyariyyah. Dengan karamah itu, di manapun dia berada Ka΄bah tetap terlihat. Dengan penuh hormat, Sayyid Utsmân langsung memeluk tubuh kecil dia. Sampai saat ini, jika kita mengunjungi Masjid Pekojan akan terlihat kiblat digeser, tidak sesuai aslinya.

Telah menjadi kebijakan Pemerintah Arab Saudi bahwa orang yang telah dikubur selama setahun kuburannya harus digali. Tulang belulang si mayat kemudian diambil dan disatukan dengan tulang belulang mayat lainnya. Selanjutnya semua tulang itu dikuburkan di tempat lain di luar kota. Lubang kubur yang dibongkar dibiarkan tetap terbuka hingga datang jenazah berikutnya terus silih berganti. Kebijakan ini dijalankan tanpa pandang bulu. Siapapun dia, pejabat atau orang biasa, saudagar kaya atau orang miskin, sama terkena kebijakan tersebut.

Inilah yang juga menimpa makam Syaikh Nawawi. Setelah kuburnya genap berusia satu tahun, datanglah petugas dari pemerintah kota untuk menggali kuburnya. Tetapi yang terjadi adalah hal yang tak lazim. Para petugas kuburan itu tak menemukan tulang belulang seperti biasanya. Yang mereka temukan adalah satu jasad yang masih utuh. Tidak kurang satu apapun, tidak lecet atau tanda-tanda pembusukan seperti lazimnya jenazah yang telah lama dikubur. Bahkan kain putih kafan penutup jasad dia tidak sobek dan tidak lapuk sedikitpun.

Terang saja kejadian ini mengejutkan para petugas. Mereka lari berhamburan mendatangi atasannya dan menceritakan apa yang telah terjadi. Setelah diteliti, sang atasan kemudian menyadari bahwa makam yang digali itu bukan makam orang sembarangan. Langkah strategis lalu diambil. Pemerintah melarang membongkar makam tersebut. Jasad dia lalu dikuburkan kembali seperti sediakala. Hingga sekarang makam dia tetap berada di Ma΄la, Mekah.

Demikianlah karamah Syaikh Nawawi al-Bantani al-Jawi. Tanah organisme yang hidup di dalamnya sedikitpun tidak merusak jasad dia. Kasih sayang Allah Ta’ala berlimpah pada dia. Karamah Syaikh Nawawi yang paling tinggi akan kita rasakan saat kita membuka lembar demi lembar Tafsîr Munîr yang dia karang. Kitab Tafsir fenomenal ini menerangi jalan siapa saja yang ingin memahami Firman Allah swt. Begitu juga dari kalimat-kalimat lugas kitab fiqih, Kâsyifah al-Sajâ, yang menerangkan syariat. Begitu pula ratusan hikmah di dalam kitab Nashâih al-‘Ibâd. Serta ratusan kitab lainnya yang akan terus menyirami umat dengan cahaya abadi dari buah tangan dia.

Wafat Syekh Nawawi al-Bantani al-Jawi
Syaikh Nawawi wafat di Mekah pada tanggal 25 syawal 1314 H/ 1897 M. Tapi ada pula yang mencatat tahun wafatnya pada tahun 1316 H/ 1899 M. Makamnya terletak di pekuburan Ma'la di Mekah. Makam dia bersebelahan dengan makam anak perempuan dari Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq.
7 Amalan yang Pahalanya Mengalir Terus

7 Amalan yang Pahalanya Mengalir Terus

Si Maniz 7:29:00 PM
7 Amalan yang Pahalanya Mengalir Terus, sedekah jariyah adalah sebutan bagi amalan yang terus mengalir pahalanya, walaupun orang yang melakukan amalan tersebut sudah wafat. Amalan tersebut terus memproduksi pahala yang terus mengalir kepadanya. Apapun kebaikan, amal sholeh dan ibadah yang diamalkan dengan ikhlas dan sesuai sunnah Nabi, maka balasannya adalah pahala yang berlipat ganda. Sekecil apa pun kebaikan yang dilakukan oleh umat Islam, Allah SWT akan membalasnya dengan yang lebih baik dan lebih banyak dari apa yang dilakukan, baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Sebesar dan sebanyak apa pun dosa anak Adam kepada Allah SWT, jika mau bertobat kepada-Nya, maka Allah SWT akan mengampuninya. Karenanya, salah satu hal yang harus kita tumbuhkan dalam diri kita ketika berinteraksi dengan Allah SWT adalah sifat raja, yakni mengharap akan karunia dan rahmat-Nya. Orang yang senantiasa berharap akan keluasan karunia Allah SWT maka akan beruntung. Cirinya, hatinya selalu mengharapkan ridho dan karunia-Nya.

7 Amalan yang Pahalanya Mengalir Terus

Abu Hurairah menerangkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Apabila anak Adam (manusia) wafat, maka terputuslah semua (pahala) amal perbuatannya kecuali tiga macam perbuatan, yaitu sedekah jariah, ilmu yang berman­faat, dan anak saleh yang mendoakannya" (HR. Muslim). Selain dari ketiga jenis perbuatan di atas, ada lagi beberapa macam perbuatan yang tergolong dalam amal jariah.

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya diantara amal kebaikan yang mendatangkan pahala setelah orang yang melakukannya wafat ialah ilmu yang disebar­luaskannya, anak saleh yang ditinggalkannya, mushaf (kitab-kitab keagamaan) yang diwariskannya, masjid yang dibangunnya, rumah yang dibangunnya untuk penginapan orang yang sedang dalam perjalanan. sungai yang dialirkannya untuk kepentingan orang banyak, dan harta yang disedekahkannya” (HR. Ibnu Majah).

Ketika seseorang sudah tidak bisa melakukan ibadah yang bisa mendatangkan pahala bagi dirinya sendiri, Allah memberikan kemurahan bagi hamba tersebut. Yakni caranya dengan menawarkan pahala ibadah yang bisa menjadi investasi abadi. Berikut uraiannya:

1. Menyebarluaskan ilmu pengetahuan yang bermanfaat, baik melalui pendidikan formal maupun nonformal, seperti diskusi, ceramah, dakwah, dan sebagainya. Termasuk dalam kategori ini adalah me­nulis buku yang berguna dan mempublikasikannya.

2. Mendidik anak menjadi anak yang saleh. Anak yang saleh akan selalu berbuat kebaikan di dunia. Menurut keterangan hadis ini, kebaikan yang dipeibuat oleh anak saleh pahalanya sampai kepada orang tua yang mendidiknya yang telah wafat tanpa mengurangi nilai/pahala yang diterima oleh anak tadi.

3. Menyedekahkan sebagian harta. Sedekah yang diberikan secara ikhlas akan mendatangkan pahala yang berlipat ganda. Mewariskan mushaf (buku agama) kepada orang-orang yang dapat memanfaatkannya untuk kebaikan diri dan masyarakatnya.

4. Membangun masjid. Hal ini sejalan dengan sabda Nabi SAW, ”Barangsiapa yang membangun sebuah masjid karena Allah walau sekecil apa pun, maka Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di surga” (HR. al-Bukhari dan Muslim). Orang yang membangun masjid tersebut akan menerima pahala seperti pahala orang yang beribadah di mas­jid itu.

5. Membangun rumah atau pondokan bagi orang-orang yang bepergian untuk kebaikan. Setiap orang yang memanfaatkannya, baik untuk istirahat sebentar maupun untuk bermalam dan kegunaan lain yang bukan untuk maksiat, akan mengalirkan pahala kepada orang yang membangunnya.

6. Mengalirkan air secara baik dan bersih ke tampat-tempat orang yang membutuhkannya atau menggali sumur di tempat yang sering dilalui atau didiami orang banyak. Setelah orang yang mengalirkan air itu wafat dan air itu tetap mengalir serta terpelihara dari kecemaran dan dimanfaatkan orang yang hidup maka ia mendapat pahala yang terus mengalir.

Semakin banyak orang yang memanfaat­kannya semakin banyak ia menerima pahala di akhirat. Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa membangun sebuah sumur lalu diminum oleh jin atau burung yang kehausan, maka Allah akan mem­berinya pahala kelak di hari kiamat.” (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Majah).

7. Dakwah. Berkat orang dakwah orang jadi kenal agama. Dakwah jantung agama. Tanpa dakwah, agama musnah. Insya Allah amal dakwah juga mengalir. Para Nabi dan ulama juga berdakwah.
7 Manfaat Istighfar kepada Allah Ta'ala

7 Manfaat Istighfar kepada Allah Ta'ala

Si Maniz 7:01:00 PM
7 Manfaat Istighfar kepada Allah Ta'ala, manusia berkembang bukan hanya fisikal, tetapi juga psikis dan sosial sehingga mencari kenikmatan yang lebih tinggi, yakni sosial (ijtima'iyah). Sebuah kenikmatan yang tak ternilai dengan materi, bahkan rela kehilangannya untuk meraih nikmat kebersamaan dan bermakna di tengah yang membutuhkan. Mulanya, manusia berorientasi pada kenikmatan sementara sebagai kebutuhan dasar. Sungguh, kenikmatan dunia telah membutakan mata hati.

Kalimat istighfar mengandung makna pengakuan, penyesalan, kesadaran, kerendahan diri, dan keimanan. Dan itu semua merupakan sebab yang dapat mendatangkan kecintaan, pertolongan, dan perlindungan Allah SWT sehingga kita dapat selamat dari siksaan dan kebinasaan. Tidak ada yang dapat menyelamatkan diri kita dari azab Allah, kecuali kita memohon ampun dan segera bertaubat atas segala kesalahan.

7 Manfaat Istighfar kepada Allah Ta'ala

Setiap Mukmin dituntut untuk selalu menjaga dan mengendalikan segala perilaku, moral, sikap, dan ucapan dari hal-hal yang tidak baik. Termasuk menjaga ucapan dari hal yang tidak baik adalah tidak menyakiti, menipu, bermaksiat, memfitnah, memecah-belah, tidak melakukan korupsi, berkata-kata keji, mengutuk, dan mengucapkan kata-kata kotor kepada orang lain, seperti diisyaratkan Nabi SAW.

Di era internet dengan berbagai media sosial yang ada di dalamnya, seperti Facebook, Twitter, Instagram, atau yang lainnya, banyak sekali kemaksiatan betebaran. Konten pornografi yang sama sekali jauh dari akhlak dan sikap seorang Mukmin sejati. Berikut ini adalah 7 manfaat Istighfar kepada Allah Ta'ala:

1. Istighfar pembuka jalan keluar tiap masalah
Rasulullah SAW bersabda, ''Dan Dia (Allah) akan memberikan (membukakan) jalan keluar bagi kesempitannya (kesulitannya).'' Dengan mendawamkan istighfar dapat mendatangkan keselamatan, menimbulkan ketenteraman hati, mendatangkan ampunan dosa, menumbuhkan sifat-sifat keutamaan kepada seseorang, dan dicintai Allah Swt.

2. Melancarkan datangnya rezeki
Nabi SAW bersabda, ''Barangsiapa yang merasa diperlambat (tersendat-sendat) rezekinya, hendaknya dia beristigfar kepada Allah.'' (HR Baihaqi dan ar-Rabi'i).

3. Memperoleh kenikmatan hidup secara terus-menerus
Allah SWT berfirman, ''Dan hendaklah kamu beristigfar (meminta ampun) kepada Tuhanmu dan bertobatlah kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian) niscaya Dia (Allah) akan memberi kenikmatan yang baik (terus-menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan, dan Dia (Allah) akan memberikan kepada tia-tiap orang yang mempunyai keutamaan (ketaatan/amal kebaikan) (QS Hud: 3).

4. Segala kebutuhan hidup tercukupi
Firman Allah Swt, "Mohonlah kalian pada ampunan Allah, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Allah akan turunkan hujan yang lebat, kemudahan meraih rezeki halal penuh berkah, generasi yang saleh-saleh, dan kesejahteraan dengan kebun-kebun yang indah serta sungai sungai jernih yang mengalir." (QS Nuh: 10-12).

5. Istighfar mempercepat terkabulnya doa
Dosa adalah penghalang terkabulnya doa. Inilah fungsi istighfar untuk membersihkan hati dari karat-karat dosa dan penyakit-penyakitnya. Setelah hati dicuci dengan istighfar, barulah hidayah, berkah, rahmat, dan ilmu dari Allah akan turun. Demikian juga dengan doa, Insya Allah akan segera dikabulkan Allah SWT.

6. Diangkat derajatnya
dihapus kejelekannya dan diangkat derajatnya. "Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS An-Nisa' [4]: 110).

7. Istighfar adalah solusi berbagai kesulitan
"Barangsiapa membiasakan diri untuk beristighfar, Allah akan memberikan jalan keluar baginya dari setiap kesulitan, akan memberikan kebahagiaan dari setiap kesusahan, dan akan memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka." (HR Abu Daud dan Ibnu Majah).

Untuk melengkapi postingan tentang 7 manfaat Istighfar kepada Allah Ta'ala, Rasulullah SAW sendiri sangat banyak menganjurkan untuk memohon ampunan Allah SWT di samping Rasul sendiri senantiasa memberikan teladan dengan banyak beristighfar. Dari Abu Hurairah RA berkata, saya mendengar Rasulullah bersabda, "Demi Allah, sesungguhnya aku benar-benar memohon ampunan kepada Allah dan bertobat kepada-Nya setiap hari lebih dari tujuh puluh kali." (HR Bukhari).
Ciri Sahabat yang Mesti Dihindari dalam Islam

Ciri Sahabat yang Mesti Dihindari dalam Islam

Si Maniz 10:49:00 PM
Ciri sahabat yang mesti dihindari dalam Islam, banyak jenisnya. Hal tersebut bertujuan demi keselamatan di dunia dan akhirat. Semua tahu, mempunyai banyak rekan tentu merupakan hal yang mengembirakan. Tapi, tidak semuanya bisa membawa ke arah yang lebih baik, sebab ada beberapa yang justru merugikan. Hubungan sosial yang negatif bisa menyebabkan penderitaan berkepanjangan, stres dan bahkan menjerumuskan ke neraka. Hal tersebut akan terjadi jika perilaku mereka bisa membawa ke zona kesesatan, kerusakan akhlak dan moral.

Karakter sahabat yang harus dijauhi, biasanya berhubungan erat dengan pergaulan bebas. Karena pada saat ini, kurangnya perhatian terhadap agama Islam membuat seseorang mudah terbujuk rayuan syetan yang menggoda umat manusia dengan harta, tahta dan wanita. Sehingga banyak anak Adam tertipu oleh pesona dunia yang sifatnya hanya sementara.

Tanpa disadari, ternyata banyak generasi muda saat ini sangat akrab dengan miras oplosan, judi online, pesta seks dan banyak lagi. Teman yang harus dihindari dalam kehidupan sehari-hari, sebagai upaya antisipasi ajakan dan perilaku mereka yang membahayakan. Karena cepat atau lambat, pasti menimbulkan dampak negatif bagi orang lain. Untuk itulah, perlu jaga jarak dengan mereka.

Ciri Sahabat yang Mesti Dihindari dalam Islam

Seseorang yang tak mengetahui serta tidak dapat membedakan perilaku yang bisa diterima dengan yang tak bisa diterima cenderung akan terbawa pada moral bejat. Sama halnya bagi seseorang yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tak bisa mengembangkan kontrol diri untuk berperilaku sesuai dengan Al Quran yang mencerminkan akhlak mulia. Berikut ini adalah ciri sahabat yang harus dijauhi menurut Islam:

1. Teman Munafik
Ciri teman yang harus dijauhi menurut Islam diantaranya yang munafik. Karena tingkah lakunya tidak kelihatan, namun sangat mematikan dan akan selalu mencari cara untuk mejalankan aksinya. Mereka adalah yang bersifat munafik yaitu suka tidak menepati janji, pembohong dan penghianat.

2. Sahabat yang Mengajak Berbuat Zina
Perbuatan zina, cepat sekali menular demi memuaskan nafsu yang sudah mencapai di ubun-ubun. Prosesnya halus sekali, mulai dari ajakan nonton bokep, rayuan, speak-speak iblis, kemudian berakhir diatas ranjang. Terutama cewek baik-baik, menjadi menderita karena perilaku bejat cowok yang tak bertanggung jawab. Untuk itulah perlu cara menolak ajakan seks bebas dengan baik dan halus.

3. Sahabat Pecandu Narkoba
Ciri sahabat yang harus dijauhi berikutnya adalah pecandu narkoba. Berawal dari solidaritas kelompok serta melakukan apa yang dilakukan kelompok tersebut. Bila dalam satu hubungan pertemanan sudah memakai narkoba, maka individu lainnya harus juga melakukannya. Hal tersebut dikarenakan dirinya tak ingin dinilai sebagai orang asing dalam lingkaran tersebut, kemudian mencoba lalu kecanduan. Hingga masa depan suram selalu membelenggunya.

4. Sahabat yang Mengajak Main Judi
Kebiasaan bermain judi di tengah masyarakat harus segera dihentikan sebagai upaya pencegahan sedini mungkin agar tidak menular kepada orang lain yang berkelakuan baik. Inilah salah satu penyakit sosial yang mudah menular, sebaiknya dijauhi atau dihindari model teman yang suka main judi togel, online, dsbg.

5. Penusuk dari Belakang
Teman yang berkarakter penusuk dari belakang adalah tipe mereka yang tidak suka melihat orang lain bahagia atau sukses melainkan selalu mencari cara untuk menghambat kesuksesan rekannnya, tentu sangat BAHAYA.

6. Benalu
Ciri sahabat yang seperti benalu memang cukup menjengkelkan. Biasanya sahabat dengan tipe ini bila diajak bepergian tidak pernah mau bawa motornya sendiri pasti maunya nebeng. Kemudian jika mau kirim SMS, biasanya HP juga pinjam orang lain. Pada saat makan biasanya minta dibayarin dulu janjinya sih diganti nantinya padahal setelah beberapa hari mereka pura-pura lupa.

7. Sahabat Peminum Alkohol dan Miras
Ciri teman yang harus dijauhi berikutnya mereka yang suka menenggak minuman keras atau khamar, karena akan membawa dampak buruk bagi lingkungan sekitar dan orang terdekat. Tentu hal ini akan sangat merugikan. Faktanya, banyak yang meregang nyawa karena miras oplosan. Untuk itulah, jangan mengikuti mereka yang suka melanggar larangan Allah yang berupa mabuk-mabukan minuman keras.

8. Teman yang Suka Korupsi dan Menipu
Ciri sahabat yang harus dijauhi berikutnya adalah mereka yang berkelakuan suka mencuri, membegal, korupsi, dsbg. Hal ini karena sangat merugikan orang lain dan negara. Jangan dekati mereka atau terkena imbasnya.

9. Datang Bila Ada Perlu Saja
Jika punya sahabat datang kalau ada perlunya saja, maka sebaiknya dijauhi.

Untuk melengkapi artikel tentang ciri teman yang harus dijauhi menurut Islam, perlu adanya sebuah sikap, yakni kecenderungan individu untuk menerima atau menolak dan setuju atau tak setuju terhadap respons yang berasal dari lingkungan sekitar.